1
1

Persiapan Allianz Life Masuk Dekade Keempat

Country Manager & President Director Allianz Life Indonesia Alexander Grenz. | Foto: Allianz Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) terus membangun kepercayaan nasabah melalui kinerja bisnis yang sehat, penguatan solusi dan akses perlindungan, serta penerapan tata kelola yang bertanggung jawab. Perusahaan yang sudah memasuki usia ke 30 tahun ini menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan solusi perlindungan yang relevan bagi masyarakat Indonesia.

“Tiga puluh tahun bukan hanya penanda perjalanan Allianz Life di Indonesia, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi capaian dan menentukan hal-hal yang perlu kami tingkatkan. Ke depan, kami ingin menjaga pertumbuhan yang sehat dan bertanggung jawab, sekaligus terus menghadirkan solusi dan layanan yang relevan bagi nasabah dari berbagai generasi,” kata Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia,  Alexander Grenz,  dalam keterangannya, Selasa, 8 September 2026.

|Baca juga: Tiga Dekade Allianz Life Indonesia, Menjaga Kepercayaan di Tengah Transformasi Industri Asuransi

Ia mengatakan, kepercayaan nasabah dibangun melalui kemampuan perusahaan memenuhi komitmen perlindungan secara konsisten. Hal tersebut perlu didukung oleh kesehatan finansial, solusi yang relevan, layanan yang mudah diakses, serta proses bisnis yang bertanggung jawab.

Hal ini diwujudkan dari pencapaian bisnisnya di tahun lalu. Pada 2025, Allianz Life mencatat pendapatan premi sebesar Rp18,6 triliun, tumbuh 9,2 persen secara YoY (year on year) , dan total aset sebesar Rp36,4 triliun, dengan rasio solvabilitas atau Risk-Based Capital sebesar 260 persen.

‘’Perusahaan telah membayarkan klaim dan manfaat asuransi sebesar Rp5,1 triliun kepada nasabah, sebagai bagian dari pemenuhan komitmen perlindungan kepada nasabah, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan perlindungan jiwa dan kesehatan, serta tren kenaikan biaya medis,’’ ungkap Alexander.

 

Dekade Keempat

Memasuki dekade keempat, Allianz Life berada pada fase penting untuk memastikan fondasi yang telah dibangun tetap relevan menghadapi perubahan lanskap industri. Tantangannya bukan hanya mengejar pertumbuhan, melainkan bagaimana memperluas akses perlindungan, memperkuat kualitas layanan, dan menjaga keberlanjutan bisnis tanpa mengesampingkan prinsip tata kelola dan kepentingan nasabah.

|Baca juga: Bos Allianz Life Indonesia: Kepercayaan Nasabah Perlu Dibangun Lewat Komitmen Perlindungan Konsisten

Memasuki dekade keempat, menurut Alexander, Allianz Life berfokus pada tiga prioritas. Pertama, memperkuat portofolio perlindungan jiwa dan kesehatan agar tetap relevan dengan perubahan kebutuhan masyarakat. Kedua, meningkatkan kualitas distribusi dan pengalaman nasabah melalui pengembangan tenaga pemasar, kerja sama strategis, serta pemanfaatan teknologi. Ketiga, menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan bertanggung jawab melalui penguatan sumber daya manusia, manajemen risiko, kepatuhan, dan tata kelola.

Sebagai bagian dari Allianz Group, Allianz Life menerapkan standar tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, perlindungan data, serta kode etik yang disesuaikan dengan ketentuan di Indonesia. Pelaksanaannya didukung oleh fungsi pengawasan internal, pengendalian kualitas penjualan, pelatihan wajib, mekanisme pelaporan pelanggaran, serta evaluasi kepatuhan jalur distribusi dan penanganan pengaduan nasabah.

Editor : Wahyu Widiastuti

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Kinerja 2026 Positif, Purbaya Siapkan Strategi Kemenkeu untuk 2027

Member Login

or