Media Asuransi, JAKARTA – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) memperkuat peran Medical Advisory Board (MAB) atau Dewan Penasihat Medis (DPM) dalam proses pengelolaan klaim hingga pengembangan produk asuransi.
Chief Health Officer Prudential Indonesia Yosie William Iroth mengatakan MAB diluncurkan bertepatan dengan perayaan ulang tahun yang ke-30. Saat ini, dewan tersebut diisi oleh tiga profesor dan dokter spesialis yang berasal dari bidang kanker, jantung, dan ortopedi, yang merupakan tiga kelompok penyakit dengan beban klaim terbesar.
“Sejak kita implementasikan MAB sekitar ulang tahun kita yang ke-30 kemarin, kita mulai dengan tiga profesor dan tiga spesialis dari kanker, jantung, dan ortopedi. Ketiga ahli ini terlibat dalam setiap review tren klaim yang terjadi,” kata Yosie, kepada awak media di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Menurut dia, para anggota MAB berperan membantu perusahaan menganalisis berbagai tren klaim kesehatan, termasuk peningkatan kasus kanker maupun penyakit jantung. Mereka juga memberikan masukan terkait efektivitas medis suatu terapi atau tindakan kesehatan yang diajukan dalam proses klaim.
Yosie menjelaskan kehadiran para profesor dan dokter spesialis tersebut menjadi penting karena selain berpraktik, mereka juga aktif melakukan penelitian dan mengikuti perkembangan ilmu kedokteran terbaru. Dengan demikian, Prudential dapat memperoleh pandangan independen terkait manfaat dan efektivitas suatu terapi medis.
|Baca juga: BI Bidik India dan Hong Kong untuk Perluasan QRIS Cross Border
|Baca juga: OJK Ungkap 3 Lini Usaha yang Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Industri Asuransi Umum di Maret 2026
|Baca juga: RUPST&LB BFI Finance (BFIN): Tebar Dividen hingga Tunjuk Komisaris dan Direksi Baru
Meski terlibat dalam proses evaluasi klaim, Yosie menegaskan, peran MAB bukan untuk menentukan penolakan klaim, melainkan memberikan dasar pertimbangan medis yang lebih kuat bagi perusahaan.
“Again, mereka tidak untuk menasihati kita supaya jangan bayar klaim. Mereka memberikan pandangan medis supaya keputusan kita juga medical based. Mereka bukan ahli asuransi, mereka adalah ahli medis,” ujarnya.
Selain mendukung pengelolaan klaim, Prudential juga mulai melibatkan MAB dalam proses penilaian risiko kesehatan dan pengembangan produk baru. Menurut Yosie, masukan dari para ahli medis dibutuhkan untuk menentukan risiko yang perlu menjadi fokus perlindungan maupun upaya pencegahan penyakit.
Ke depan, Prudential berencana memperluas keanggotaan MAB dengan menambah pakar dari bidang medis lainnya, seiring perkembangan profil penyakit yang dihadapi masyarakat.
“Kita akan tambah terus. Saat ini memang fokus pada kanker, jantung, dan ortopedi. Ke depan kita melihat ada penyakit pencernaan, neurologi, hingga pain management yang juga membutuhkan masukan dari profesor-profesor dan ahli di bidang tersebut,” pungkas Yosie.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

