Media Asuransi, TANGERANG SELATAN – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) atau BFI Finance dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST&LB) tahun buku 2025 menyetujui pembagian total dividen senilai Rp1,035 triliun.
“Nilai total dividen ini setara dengan 65,51 persen dari perolehan laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp1,581 triliun,” kata Presiden Direktur BFI Finance Sutadi, dikutip dari keterangan resminya, Kamis, 21 Mei 2026.
|Baca juga: Tok! BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,25%
|Baca juga: OCBC (NISP) Catat Bisnis Wealth Management Tembus Rp120 Triliun hingga Akhir 2025
Secara rinci, total dividen yang dialokasikan adalah sebesar Rp70,00 per lembar saham. Jumlah tersebut mencakup dividen tunai interim sebesar Rp35,00 per lembar saham yang telah dibayarkan perusahaan pada 18 Desember 2025 lalu, serta dividen tunai final sebesar Rp35,00 per lembar saham.
“Yang dijadwalkan akan dibagikan kepada pemegang saham pada 18 Juni 2026,” ucapnya.
Selain itu, RUPS Luar Biasa menyepakati perubahan susunan pengurus perseroan dengan mengangkat dua pakar yang mumpuni di bidangnya masing-masing yaitu, Djemi Suhenda dan Abdul Haris Muhammad Rum, sebagai Komisaris Independen BFIN.
|Baca juga: Dihantui Ketidakpastian Global, Mirae Asset Sekuritas Ramal BI Rate Dipertahankan di 4,75%
|Baca juga: Deadline Spin-Off Unit Syariah Kian Dekat, OJK Minta Industri Asuransi Segera Berbenah
Rekam jejak Djemi Suhenda sebagai pakar transformasi perbankan digital dan pengembangan bisnis keuangan berbasis mass market di lebih dari 30 tahun, dipercaya akan membawa nilai tambah yang signifikan dalam mengawal strategi perusahaan untuk mendominasi pasar mass market sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.
Demikian halnya dengan Abdul Haris Muhammad Rum yang dikenal luas di dunia corporate lawyer di Indonesia. Dikenal sebagai pakar hukum korporasi dan pasar modal senior yang telah berpengalaman selama lebih dari tiga dekade.
Keahlian Abdul Haris M. Rum dalam aspek tata kelola perusahaan, hukum bisnis, dan kepatuhan dipercaya akan memperkokoh sistem pengawasan risiko dan memastikan langkah ekspansi BFI Finance berjalan di atas landasan hukum yang solid.
|Baca juga: IIS Ungkap Tantangan Baru Asuransi Syariah di Tengah Gejolak Geopolitik Global
|Baca juga: Jelang Iduladha, Berikut Cara Menabung Kurban agar Lebih Tenang
“Kombinasi ini akan mengawal transformasi digital BFI Finance sekaligus memperkuat aspek tata kelola perusahaan yang baik dalam menghadapi dinamika industri,” ujar Sutadi.
Tidak hanya di jajaran dewan komisaris, penyegaran strategis juga dilakukan pada struktur direksi perusahaan dengan mengangkat Amitoaj Singh sebagai direktur baru. Perubahan susunan manajemen ini akan berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

