Media Asuransi, JAKARTA – PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) membukukan kinerja gemilang pada kuartal I/2026. Aset, penyaluran kredit, dan laba sebelum pajak perseroan tumbuh double digit, sedangkan DPK tumbuh triple digit.
Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan, menyampaikan bahwa kinerja perseroan yang bagus tersebut dicapai berkat upaya untuk terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengembangan layanan perbankan digital, pengelolaan risiko yang prudent, serta peningkatan kualitas layanan kepada nasabah. Hal itu dia sampaikan dalam public expose 2026 yang berlangsung di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
|Baca juga: Krom Bank Catatkan Kinerja Solid 2025, Semua Aspek Bisnis Tumbuh
Krom Bank mencatakan pertumbuhan aset 78 persen year on year (yoy) menjadi sebesar Rp14,77 triliun pada kuartal I/2026. Rasio kecukupan modal (capital adequacy rasio/CAR) terjaga pada level 39,78 persen.
Sementara itu, penyaluran kredit BBSI di kuartal I/2026 tercatat sebesar Rp9,88 triliun atau tumbuh 98 persen yoy. Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perseroan pada periode yang sama sebesar 138 persen yoy, menjadi Rp10,86 triliun. Sedangkan laba sebelum pajak meningkat menjadi Rp89,95 miliar atau tumbuh 99 persen yoy.
Anton menyampaikan bahwa perseroan juga terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi dan tata kelola perusahaan, guna mendukung ekspansi bisnis yang berkelanjutan serta meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan.
|Baca juga: DPK Krom Bank Tumbuh Agresif 214% YoY
Dalam kesempatan ini, manajemen perseroan memaparkan empat fokus strategi tahun 2026. Pertama, penguatan ekosistem digital dan pengalaman pengguna (user experience). Kedua, peningkatan kualitas aset dan manajemen risiko. Ketiga, pengembangan produk dan layanan berbasis kebutuhan nasabah. Keempat, peningkatan kolaborasi strategis dengan berbagai mitra usaha
“Krom Bank terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan perbankan digital yang inovatif, aman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kami meyakini bahwa konsistensi transformasi digital akan menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkesinambungan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Anton Hermawan.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

