1
1

RenRe Catat Kinerja Cemerlang di 2023

Ilustrasi. | Foto: Foto: renre.com

Media Asuransi, GLOBAL – Perusahaan reasuransi yang berbasis di Bermuda, RenaissanceRe (RenRe), melaporkan rasio gabungan yang lebih kuat di sepanjang 2023. Kondisi itu seiring dengan meningkatnya pendapatan underwriting dan investasi perusahaan untuk kedua periode tersebut.

Dilansir dari laman Reinsurance News, Kamis, 1 Februari 2024, RenRe telah mencatatkan serangkaian hasil yang kuat untuk kuartal terakhir di 2023, dengan premi bruto yang ditulis (GPW) naik menjadi US$1,8 miliar dan premi neto yang ditulis (NPW) meningkat menjadi US$1,6 miliar.

Pendapatan underwriting naik dari US$316 juta pada kuartal IV/2022 menjadi US$541 juta pada kuartal IV/2023. Hal itu karena rasio gabungan menguat dari 80,5 persen menjadi 76 persen, dan rasio gabungan yang disesuaikan menguat dari 80,6 persen menjadi 73,6 persen.

Dalam segmen properti perusahaan, GPW turun 7,4 persen menjadi US$345 juta yang disebabkan penurunan lebih dari US$86 juta pada properti lainnya, yang menurut RenRe terutama disebabkan tidak diperpanjangnya program kuota saham yang terpapar bencana yang tidak memenuhi rintangan imbal hasil, diimbangi peningkatan yang terkait akuisisi Validus.

|Baca: Nilai Transaksi Livin’ by Mandiri Tembus Rp3.271 Triliun di 2023

NPW properti turun empat persen dari tahun ke tahun menjadi US$358 juta sebagai akibat dari penurunan GPW, sebagian diimbangi oleh penyesuaian yang mengurangi premi yang telah dibayarkan pada kuartal IV/2023.

Kinerja underwriting segmen properti meningkat dari US$257 juta pada kuartal IV/2022 menjadi US$504 juta pada kuartal IV/2023, dengan rasio gabungan yang menguat 19,5 poin persentase menjadi 43,1 persen.

Di segmen casualty dan specialty, GPW naik 20 persen menjadi US$1,5 miliar dan NPW tumbuh lebih dari 26 persen menjadi US$1,3 miliar, didorong oleh pertumbuhan di lini bisnis specialty lainnya dan lini bisnis casualty umum, terutama dari Validus. Namun, hasil underwriting dari segmen ini turun dari US$59 juta menjadi US$37 juta.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Oona Insurance Perkuat Penjualan Produk Asuransi via Digitalisasi di 2024
Next Post Industri Manufaktur ASEAN Menggeliat di Awal 2024, Indonesia Pimpin Kenaikan

Member Login

or