Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa pertumbuhan Uang Primer (M0) Adjusted pada Mei 2026 tumbuh relatif flat dibandingkan pertumbuhan pada Februari 2026. Jumlah Uang Primer Adjusted Maret 2026 tercatat sebesar Rp2.214,6 triliun.
Uang Primer Adjusted pada Mei 2026 tumbuh 14,2 persen year on year (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan April 2026 yang sebesar 14,3 persen yoy.
|Baca juga: Di Tengah Tekanan Global, Fiskal Indonesia Masih Terjaga
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan bahwa perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal dan giro. “Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 17,4 persen yoy dan uang kartal yang diedarkan sebesar 15,8 persen yoy,” katanya dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu, 10 Mei 2026.
|Baca juga: Perkuat Stabilitas Nilai Tukar Rupiah, BI-Rate Naik 25 Bps Jadi 5,50%
Menurut dia, berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah dipengaruhi dampak pemberian insentif likuiditas, atau pengendalian moneter adjusted.
View this post on Instagram
Ramdan menjelaskan bahwa Uang Primer (M0) Adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di Bank Indonesia akibat pemberian insentif likuiditas.
Mulai Januari 2025, Bank Indonesia memberikan gambaran lebih lengkap terhadap perkembangan uang primer dengan juga menunjukkan angka M0 Adjusted untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi likuiditas, termasuk kondisi likuiditas yang telah mengakomodasi dampak kebijakan insentif likuiditas.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

