Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan kinerja industri reasuransi di Indonesia berdasarkan data terbaru menunjukkan perkembangan yang relatif stabil. Kondisi itu dengan beberapa indikator yang membaik.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menjelaskan total aset perusahaan reasuransi tercatat Rp43,53 triliun atau relatif stabil dengan sedikit penurunan 0,3 persen. Dari sisi premi, industri reasuransi mencatatkan Rp5,84 triliun atau tumbuh 6,90 persen secara tahunan (yoy).
|Baca juga: BRI (BBRI) Bagikan Dividen Tunai Rp209 per Saham, Cek Jadwal Lengkapnya di Sini!
|Baca juga: Jalankan Program Penjaminan Polis Asuransi, LPS Siapkan SDM hingga Infrastruktur
“Sementara nilai klaim tercatat sebesar Rp1,90 triliun, menurun 19,55 persen yoy, yang mencerminkan perbaikan profil risiko dan pengelolaan klaim,” kata Ogi, dikutip dari jawaban tertulisnya, Rabu, 15 April 2026.
Terkait pelemahan nilai tukar rupiah, lanjutnya, kondisi ini berpotensi memberikan tekanan terhadap biaya retrosesi, mengingat sebagian kapasitas reasuransi masih berasal dari pasar internasional yang berdenominasi valuta asing.
“Dalam hal ini, OJK terus mendorong penguatan kapasitas reasuransi domestik guna meningkatkan ketahanan industri terhadap volatilitas eksternal,” ucapnya.
|Baca juga: OJK Sebut Unitlink Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
|Baca juga: Perkuat Komitmen Layanan Nasabah di Sumatra Utara, Sequis Life Resmikan Sequis Center Medan
Mengutip data OJK, aset industri asuransi pada Februari 2026 mencapai Rp1.219,35 triliun atau naik 6,80 persen yoy dari posisi yang sama di tahun sebelumnya, yaitu Rp1.141,71 triliun. Dari sisi asuransi komersil, total aset mencapai Rp999,15 triliun atau naik 8,57 persen yoy.
Adapun kinerja asuransi komersil berupa akumulasi pendapatan premi pada periode Februari 2026 mencapai Rp62,37 triliun, atau tumbuh 3,50 persen yoy, terdiri dari premi asuransi jiwa yang tumbuh 0,12 persen yoy dengan nilai Rp32,39 triliun, dan premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh 7,41 persen yoy dengan nilai Rp29,98 triliun.
Industri asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi secara agregat mencatatkan Risk Based Capital (RBC) masing-masing sebesar 480,83 persen dan 327,98 persen atau di atas threshold sebesar 120 persen.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
