1
1

Traveling Tanpa Cemas di Libur Panjang Mei Berkat Pelindungan Asuransi dari Allianz Utama

Libur Panjang Mei Picu Lonjakan Perjalanan Risiko Delay Hingga Kehilangan Bagasi Ikut Meningkat. | Foto: Allianz Utama

Media Asuransi, JAKARTA – Melihat kebutuhan akan perlindungan perjalanan yang semakin relevan, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (Allianz Utama) menghadirkan solusi asuransi perjalanan yang dirancang untuk memberikan rasa aman dan ketenangan bagi nasabah.

Dengan perlindungan yang komprehensif, Allianz Utama membantu para pelancong menikmati liburan dengan lebih nyaman tanpa harus khawatir terhadap berbagai risiko tak terduga yang dapat terjadi sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

Periode libur panjang di bulan Mei mendorong peningkatan signifikan aktivitas perjalanan masyarakat Indonesia, baik domestik maupun internasional. Bandara yang lebih padat, antrean check-in yang mengular, serta jadwal penerbangan yang lebih dinamis menjadi gambaran umum pada periode ini.

|Baca juga: Sedia Payung Sebelum Kena Bencana, Allianz Utama Tekankan Pentingnya Miliki Asuransi

Di tengah tingginya mobilitas tersebut, berbagai risiko perjalanan seperti keterlambatan penerbangan hingga kehilangan bagasi turut meningkat. Bagi traveler, kondisi ini dapat membuat perjalanan yang seharusnya menjadi momen menyenangkan dan rehat sejenak dari padatnya aktivitas justru diwarnai dengan ketidakpastian.

Pada periode peak season, gangguan operasional seperti flight delay dan mishandled baggage menjadi salah satu isu yang paling sering terjadi di bandara dengan trafik tinggi. Tidak jarang traveler harus menghadapi keterlambatan berjam-jam atau tiba di destinasi tanpa bagasi, sehingga mengganggu keseluruhan rencana perjalanan.

Meski sering dikaitkan dengan periode libur panjang, gangguan perjalanan sejatinya dapat terjadi kapan saja. Data internal Allianz Indonesia dalam satu tahun terakhir menunjukkan bahwa keterlambatan penerbangan, kehilangan bagasi, dan kerusakan bagasi menjadi risiko yang paling sering dialami traveler. Adapun keterlambatan penerbangan menyumbang 57 persen kehilangan bagasi dan kerusakan bagasi 20 persen, serta biaya medis dan/atau biaya terkait medis di luar negeri akibat sakit atau kecelakaan 11 persen dari total klaim perjalanan dalam periode tersebut.

“Lonjakan perjalanan pada periode libur panjang bukan sekadar tren musiman, tetapi mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin mobile. Namun di balik itu, risiko perjalanan juga menjadi semakin kompleks dan tidak bisa lagi dianggap sebagai hal sepele. Data kami menunjukkan bahwa gangguan seperti keterlambatan penerbangan dan masalah bagasi masih mendominasi. Ini menjadi pengingat bahwa perencanaan perjalanan yang baik perlu dilengkapi perlindungan perjalanan sejak awal,” ujar Direktur & Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia. Ignatius Hendrawan, dalam keterangannya, Senin, 11 Mei 2026.

|Baca juga: Tips Hitung Premi Perlindungan Rumah Ala Allianz Utama

Menariknya, di tengah meningkatnya minat traveling, terutama di kalangan usia produktif, tingkat kesiapan terhadap risiko perjalanan masih belum sepenuhnya sejalan. Banyak traveler telah merencanakan itinerary secara detail, namun belum mengantisipasi kemungkinan gangguan yang dapat terjadi selama perjalanan.
Dengan meningkatnya mobilitas saat libur panjang, berikut beberapa risiko yang sering terjadi namun kerap luput dari perhatian, serta langkah sederhana untuk mengantisipasinya:

1. Keterlambatan atau Pembatalan Penerbangan
Lonjakan jumlah penumpang dapat berdampak pada jadwal penerbangan yang lebih rentan berubah. Untuk mengantisipasinya, pilih jadwal penerbangan lebih awal, siapkan buffer waktu untuk koneksi, dan pantau update maskapai secara berkala.

2. Kehilangan atau Keterlambatan Bagasi
Kepadatan operasional bandara meningkatkan risiko bagasi tertukar, tertinggal, atau terlambat tiba. Maka dari itu, gunakan koper dengan warna atau tanda yang unik serta beri label identitas yang jelas untuk mempermudah mengenal bagasi. Jangan lupa juga untuk foto koper atau bagasi sebelum check-in, serta menyimpan barang penting bersama Anda di kabin (carry on).

|Baca juga: Tips Hitung Premi Perlindungan Rumah Ala Allianz Utama

3. Gangguan Kesehatan saat Bepergian
Perubahan cuaca, kelelahan, hingga makanan yang tidak cocok dapat memicu kondisi kesehatan tertentu. Membawa obat pribadi, jaga kondisi tubuh sebelum perjalanan, dan pahami akses fasilitas kesehatan di destinasi dapat membantu meminimalkan risiko gangguan kesehatan selama perjalanan.

4. Perubahan Itinerary Mendadak
Cuaca, kondisi operasional, atau faktor eksternal lain dapat memengaruhi rencana perjalanan. Siapkan rencana alternatif dan fleksibilitas jadwal, terutama untuk perjalanan singkat sebagai antisipasi jika ada perubahan selama perjalanan.

Seiring meningkatnya risiko perjalanan, perlindungan perjalanan menjadi salah satu aspek yang mulai dipertimbangkan oleh traveler. Salah satu opsi yang tersedia adalah Allianz TravelPro yang memberikan perlindungan atas pembatalan dan perubahan perjalanan, keterlambatan perjalanan dan keterlambatan bagasi dengan minimal 4 jam keterlambatan, hingga kerusakan dan kehilangan bagasi. Allianz TravelProini juga telah dilengkapi layanan emergency assistance 24 jam. Produk ini juga dapat dibeli secara online melalui OptimAll

“Traveling seharusnya menjadi momen yang menyenangkan. Untuk itu proteksi perjalanan bukan hanya menjadi opsi tambahan, tetapi harus menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap rencana perjalanan. Kesiapan menghadapi risiko akan memberikan peace of mind dan pengalaman perjalanan yang menyenangkan sehingga tujuan traveling tercapai,” ujarnya.

Editor: Wahyu Widiastuti

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Dari Legalitas ke Kredibilitas, Refleksi atas Implementasi QR Code STTD OJK untuk Broker Asuransi
Next Post Proposal Perdamaian Iran Ditolak AS, IHSG Kembali Tertekan

Member Login

or