1
1

Sun Life Asia Catat Laba Naik 153% di Kuartal II/2026

Ilustrasi. | Foto: Allianz Indonesia

Media Asuransi, GLOBAL – Bisnis Asia Sun Life mencatat kinerja positif pada kuartal/II 2026. Laba bersih bisnis Asia perusahaan mencapai US$144 juta atau sekitar C$202 juta, melonjak 153 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Melansir laman Insurance Asia, Senin, 10 Agustus 2026, kenaikan laba tersebut didorong oleh dampak positif dari pasar ekuitas publik, perbaikan dampak terkait pasar, serta peningkatan underlying net income atau laba bersih yang mencerminkan kinerja operasional bisnis.

Underlying net income bisnis Asia Sun Life naik 18 persen menjadi US$158 juta atau C$222 juta. Pertumbuhan ini ditopang oleh penjualan yang kuat dan pertumbuhan bisnis yang sudah berjalan di Hong Kong, penurunan biaya, serta pengalaman kredit yang positif.

Namun, pertumbuhan tersebut sedikit tertahan oleh penurunan pendapatan berbasis biaya. Kondisi ini terjadi seiring proses transisi bisnis administrasi ke platform eMPF terpusat di Hong Kong.

|Baca juga: Merger Asuransi BUMN Belum Final, Tugu Insurance (TUGU) Ungkap Penyebabnya!

|Baca juga: OJK Makin Tegas! BPR yang Belum Penuhi Modal Inti Bakal Kena Sanksi

Dari sisi penjualan, bisnis asuransi individu Sun Life di Asia juga mencatat pertumbuhan. Penjualan mencapai US$615 juta atau C$862 juta pada kuartal II/2026, naik 19 persen secara tahunan.

Pertumbuhan penjualan tersebut terjadi di seluruh kanal distribusi di Hong Kong. Selain itu, Sun Life juga mencatat pertumbuhan kuat di India, Malaysia, dan Indonesia, terutama melalui kanal bancassurance.

Tak hanya bisnis asuransi, lini pengelolaan aset dan wealth juga ikut tumbuh. Gross flows asset management dan penjualan wealth meningkat 22 persen menjadi US$713 juta atau sekitar C$1 miliar.

Kinerja tersebut didukung oleh meningkatnya penjualan Mandatory Provident Fund (MPF) di Hong Kong, pertumbuhan penjualan group fund di India, serta meningkatnya penjualan produk fixed income fund di Filipina.

Meski penjualan tumbuh, new business Contractual Service Margin (CSM) Sun Life Asia pada kuartal II/2026 justru turun menjadi US$198 juta atau C$277 juta, dari US$213 juta atau C$299 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan mencerminkan kondisi persaingan yang semakin ketat di pasar, terutama di Hong Kong.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Terjadi Penembakan saat Festival Lembah Baliem, Kementerian Pariwisata Pastikan Kondisi Aman
Next Post Maybank Bakal Ambil Alih Penuh Bisnis Asuransi Etiqa

Member Login

or