Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa pertumbuhan Uang Primer (M0) Adjusted pada Juli 2026 tumbuh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Juni 2026. Jumlah Uang Primer Adjusted Juni 2026 tercatat sebesar Rp2.254,5 triliun.
Uang Primer (M0) Adjusted pada Juli 2026 tumbuh 17,1 persen year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juni 2026 yang sebesar 13,8 persen yoy.
|Baca juga: Bank Indonesia Menilai Neraca Perdagangan Juni 2026 Mencatat Defisit yang Lebih Rendah
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan bahwa perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal dan giro. “Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar 15,1 persen yoy dan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 17,1 persen yoy,” katanya dalam keterangan resmi yang dikutip Senin, 10 Juli 2026.
Menurut dia, berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas, atau pengendalian moneter adjusted.
|Baca juga: Survei Bank Indonesia: Kegiatan Dunia Usaha Meningkat di Triwulan II/2026
Ramdan menjelaskan bahwa Uang Primer (M0) Adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di Bank Indonesia akibat pemberian insentif likuiditas.
Mulai Januari 2025, Bank Indonesia memberikan gambaran lebih lengkap terhadap perkembangan uang primer dengan juga menunjukkan angka M0 Adjusted untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi likuiditas, termasuk kondisi likuiditas yang telah mengakomodasi dampak kebijakan insentif likuiditas.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
