Media Asuransi, JAKARTA – Akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital di Indonesia terus meningkat. Namun, peningkatan inklusi tersebut masih belum diikuti oleh tingkat literasi keuangan yang setara.
Sebagai bagian dari upaya memperkecil kesenjangan tersebut, PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash), platform pinjaman daring (Pindar) yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memperkenalkan dua inisiatif edukasi keuangan, yaitu Modul Bijak Keuangan (MOJANG) dan ChatPindar.
|Baca juga: Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko, Dukung Pendanaan Usaha Mikro Masyarakat
Komisaris Utama Easycash, Jimmy Muhamad Rifai Gani, mengatakan bahwa peningkatan inklusi keuangan harus berjalan beriringan dengan penguatan literasi. Semakin banyak masyarakat yang memiliki akses terhadap layanan keuangan, semakin penting pula memastikan mereka memiliki pemahaman yang memadai untuk memanfaatkannya secara bertanggung jawab.
“Bersama AFTECH dan IARFC Indonesia, Easycash menghadirkan Modul Bijak Keuangan (MOJANG) sebagai panduan edukasi finansial yang praktis, relevan, dan dekat dengan keseharian generasi muda. Kami juga bekerja sama dengan AFTECH untuk menghadirkan ChatPindar, platform literasi keuangan berbasis AI untuk memberikan akses informasi yang kredibel, mudah dipahami, dan mudah diakses masyarakat terkait layanan pindar,” kata Jimmy dalam keterangan resmi.
|Baca juga: Easycash, dan IARFC Luncurkan Modul Bijak Keuangan untuk Literasi Keuangan Gen Z dan Milenial
Dia tambahkan bahwa menjaga rekam jejak kredit yang baik merupakan bagian dari kesiapan finansial jangka panjang. Banyak generasi muda saat ini sudah sangat terbiasa menggunakan berbagai layanan keuangan digital, tetapi belum semuanya memahami bahwa setiap keputusan finansial akan membentuk rekam jejak mereka di masa depan.
“Menjaga reputasi kredit yang baik sejak dini bukan hanya tentang memenuhi kewajiban pembayaran, tetapi juga membangun fondasi kepercayaan yang akan membuka lebih banyak peluang finansial di masa depan, baik untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan usaha, maupun memenuhi berbagai kebutuhan produktif lainnya,” tegas Jimmy.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

