Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat dan ditutup di zona hijau di akhir perdagangan Senin, 6 Juli 2026, setelah sempat terkoreksi di sesi I. IHSG bertambah 40,29 poin atau 0,69 persen ke 5.916,07 pada akhir perdagangan Senin.
|Baca juga: IHSG Sepekan Masih Tertekan Sentimen Negatif
Sebanyak 386 saham naik, 242 saham turun dan 155 saham stagnan. Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 19,51 miliar saham, dengan total nilai Rp9,25 triliun.
Penguatan IHSG terjadi di tengah pelemahan rupiah. Rupiah sempat melemah 0,3 persen pada perdagangan hari ini dan menembus level 18.000 per dolar AS sebelum ditutup di 17.995 atau melemah 0,16 persen. Data neraca perdagangan dan neraca pembayaran yang negatif menjadi penekan.
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mencatat defisit sebesar US$9,1 miliar pada triwulan I 2026, sementara neraca perdagangan barang sempat mengalami defisit sebesar US$1,61 miliar pada bulan Mei 2026.
|Baca juga: IHSG Lagi Gonjang-ganjing, tapi Unitlink Tetap Tumbuh? Begini Kata OJK!
Analis Trimegah Sekuritas Fakhrul Fulvian menyebutkan dibutuhkan dana asing Rp200 triliun hingga akhir tahun untuk menyeimbangkan neraca pembayaran.
Sementara IHSG ke depan akan tetap ditopang oleh penurunan harga minyak dunia. Pasca kesepakatan damai AS dan iran, harga minyak terus menurun dan menjadi sentimen positif bagi negara-negara berkembang di Asia. Penurunan harga minyak akan memperbaiki terms of trade , meredakan tekanan inflasi, dan mendukung aset-aset kawasan.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

