1
1

IHSG Berpotensi Terkoreksi, BNI Sekuritas Sarankan 6 Saham Berikut

Ilustrasi. | Foto: pikisuperstar/Freepik

Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan di hari kemarin ditutup naik 0,22 persen, tapi masih disertai dengan net sell asing Rp791 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBCA, BUMI, BRMS, dan ASII.

“IHSG berpotensi kembali koreksi hari ini,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman, dikutip dari risetnya, Selasa, 5 Mei 2026.

|Baca juga: Bukan Konflik Timur Tengah, AAUI Justru Pelototi Ancaman Ini terhadap Industri Asuransi!

|Baca juga: Dorong Gaya Hidup Sehat, Sequis Life Dukung Ajang Triathlon Ramah Pemula

Indeks-indeks saham Wall Street ditutup terkoreksi pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), setelah eskalasi ketegangan di Timur Tengah kembali menyebabkan peningkatan harga minyak dunia dan kekhawatiran investor terhadap stabilitas kawasan.

Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,13 persen, S&P 500 turun 0,41 persen, dan Nasdaq Composite berkurang 0,19 persen. Selain itu, tekanan pasar disebabkan oleh perkembangan terbaru di Timur Tengah, setelah Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan telah mencegat sejumlah rudal yang ditembakkan dari Iran.

Di sisi lain, Media Iran menyebut angkatan lautnya berhasil menghalau kapal perang ‘Amerika-Zionis’ dari wilayah strategis, bahkan melaporkan adanya serangan rudal ke kapal perang AS di dekat Pulau Jask. Namun, Komando Pusat Militer AS (US Central Command) membantah laporan tersebut.

|Baca juga: Indonesia Re Beberkan Dampak Pelemahan Rupiah dan Konflik Timur Tengah ke Premi

|Baca juga: Bank Mega Syariah Salurkan Pembiayaan Rp9,26 Triliun di Triwulan I/2026

Sedangkan bursa Asia kompak menguat pada perdagangan Senin waktu setempat. Indeks Hang Seng menguat 1,24 persen, Taiex Taiwan melesat 4,57 persen, dan Kospi Korea Selatan melonjak 5,12 persen. Sementara itu, indeks ASX 200 Australia melemah 0,38 persen.

Selain itu, FTSE Straits Times menguat 0,24 persen dan FTSE Malay KLCI naik 1,03 persen. Sementara pasar saham Jepang libur bursa. Di domestik, BPS melaporkan inflasi pada April 2026 sebesar 0,13 persen MoM. Sementara itu, inflasi YTD mencapai 1,06 persen.

|Baca juga: Legislator Lempar Pujian untuk IFG Life, Ternyata Ini Alasannya!

|Baca juga: Asuransi Jasa Tania (ASJT) Tebar Dividen Rp1,34 Miliar, Simak Jadwal dan Ketentuannya!

BPS mencatat kelompok pengeluaran penyumbang inflasi pada transportasi inflasi 0,99 persen dan kelompok transportasi andil inflasi 0,12 persen. Selain itu, Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan US$ 3,32 miliar pada Maret 2026. Angka tersebut meningkat signifikan dari surplus Februari 2026 sebesar US$ 1,27 miliar.

Support IHSG: 6.850-6.900
Resist IHSG: 7.000-7.090

Berikut rekomendasi saham pilihan dari BNI Sekuritas untuk hari ini:

  1. CDIA Buy on Weakness dengan area beli di Rp1.000-Rp1.050, cutloss di bawah Rp1.000. Target dekat di Rp1.070-Rp1.100.
  2. AKRA Buy on Weakness dengan area beli di Rp1.530-Rp1.550, cutloss di bawah Rp1.520. Target dekat di Rp1.600-Rp1.660.
  3. INDY Spec Buy dengan area beli di Rp3.650-Rp3.700, cutloss di bawah Rp3.640. Target dekat di Rp3.720-Rp3.770.
  4. ENRG Spec Buy dengan area beli di Rp1.680-Rp1.710, cutloss di bawah Rp1.670. Target dekat di Rp1.735-Rp1.760.
  5. BULL Buy on Weakness dengan area beli di Rp490-Rp505, cutloss di bawah Rp486. Target dekat di Rp520-Rp535.
  6. MEDC Buy on Weakness dengan area beli di Rp1.685-Rp1.720, cutloss di bawah Rp1.655. Target dekat di Rp1.770-Rp1.820.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Bos BSI Blak-blakan Ungkap Tantangan BMT dan BPRS Naik Kelas, Ternyata Ini Faktornya!
Next Post Market Share Terkoreksi, OJK Sebut Perlambatan Jadi Tantangan Industri Keuangan Syariah

Member Login

or