Media Asuransi, JAKARTA – Tahukah Anda bahwa setiap menit sangat berarti ketika seseorang mengalami serangan jantung? Apakah kita sudah mengetahui apa yang harus dilakukan ketika orang terdekat tiba-tiba mengalami nyeri dada, sesak napas, atau kehilangan kesadaran?
Dalam kondisi darurat seperti ini, mengenali gejala dan memberikan pertolongan secara cepat dan tepat dapat menjadi penentu keselamatan jiwa.
Jantung merupakan organ vital yang bekerja tanpa henti untuk memompa darah dan mengalirkan oksigen serta nutrisi ke seluruh tubuh. Ketika serangan jantung terjadi, aliran darah ke otot jantung terganggu sehingga membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan pentingnya mengenali gejala serangan jantung dan memahami langkah pertolongan pertama yang tepat. Masyarakat perlu mengetahui kapan harus segera mencari bantuan medis dan membawa pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Dengan meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan, risiko keterlambatan penanganan dapat ditekan sehingga peluang pasien untuk bertahan hidup dan memperoleh penanganan optimal semakin besar.
|Baca juga: Mengenal ‘Penyakit’ Pembengkakan Jantung
Kegagalan kerja jantung untuk menjalankan tugasnya dengan baik memiliki implikasi pada kerusakan hingga kematian baik bagi sel tubuh, jaringan, organ, bahkan kematian dari jantung itu sendiri.
Keluhan yang sering dirasakan bagi kebanyakan orang yang memiliki gejala dari kerusakan fungsi jantung sebagai organ vital adalah nyeri pada daerah dada yang dirasakan menjalar dan kadang disertai keluhan sesak nafas. Keluhan ini terjadi disebabkan karena berkurang atau lebih pada terhambatnya pasokan oksigen.
Serangan jantung terjadi ketika aliran darah yang mengandung oksigen ke otot jantung mengalami gangguan atau terhenti secara tiba-tiba. Gangguan ini disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner akibat penumpukan plak, yang terdiri dari lemak, kolesterol, dan zat lainnya.
Proses ini dikenal sebagai aterosklerosis. Apabila plak tersebut pecah, dapat menyebabkan pembekuan darah yang menghalangi aliran darah normal ke otot jantung. Akibatnya, terjadi kerusakan atau bahkan kematian pada jaringan otot jantung.
|Baca juga: Dengan Teknologi Ini, Tak Semua Penyempitan Jantung Harus Pasang Ring
Kondisi ini termasuk keadaan darurat medis yang harus segera ditangani karena setiap menit sangat berharga. Sehingga sangat penting untuk mengenali gejala dan mengetahui langkah pertolongan pertama pada serangan jantung.
Terdapat faktor risiko yang secara ilmiah terbukti signifikan menyebabkan serangan jantung, antara lain:
- Diabetes.
- Depresi.
- Tekanan darah tinggi.
- Kolesterol tinggi.
- Merokok.
- Riwayat keluarga serangan jantung.
- Psikologis dan gaya atau pola hidup.
Mengenali Ciri-Ciri Serangan Jantung
Sebelum memberikan pertolongan, penting bagi Anda untuk mengenali ciri-ciri serangan jantung agar tidak tertukar dengan kondisi lain seperti gangguan pencernaan atau serangan panik.
Gejala bisa berbeda pada tiap orang, tetapi beberapa tanda umum yang perlu diwaspadai meliputi:
- Nyeri dada
Rasa nyeri seperti ditekan, ditusuk, atau terbakar di tengah dada yang berlangsung sekitar 10 hingga 15 menit. Terlebih juga bila intensitas meningkat atau memburuk dalam waktu singkat. Nyeri bisa menjalar ke bahu, lengan kiri, leher, rahang, atau punggung.
- Sesak napas
Serangan jantung bisa menyebabkan napas terasa pendek meski tidak sedang beraktivitas berat. Kadang gejala ini muncul bersamaan dengan nyeri dada, atau kadang justru mendahuluinya.
- Tubuh terasa lemas dan pusing
Banyak pasien melaporkan perasaan lemah, pusing, atau bahkan dapat pingsan. Hal ini terjadi karena aliran darah yang membawa oksigen ke otak berkurang.
- Keringat dingin dan mual
Keringat dingin berlebihan, mual, atau muntah. Pada sebagian orang, terutama perempuan, gejala ini bisa lebih dominan daripada nyeri dada.
|Baca juga: Olahraga Rutin dan Manfaatnya untuk Kesehatan Jantung
Pertolongan Pertama pada Pasien Serangan Jantung
Jika kamu atau orang di sekitar mengalami gejala di atas, segera curigai adanya serangan jantung dan lakukan langkah pertolongan pertama.
Berikut langkah-langkah pertolongan pertama serangan jantung :
- Segera hubungi layanan darurat medis
Langkah pertama dan paling penting adalah memanggil bantuan medis secepat mungkin. Di Indonesia, kamu bisa menghubungi 119 atau membawa pasien ke IGD terdekat. Jangan menunda waktu atau menunggu gejala membaik karena setiap detik sangat berarti.
- Pastikan pasien tetap tenang dan duduk dalam posisi nyaman
Bantu pasien duduk dengan posisi agak tegak dan bersandar untuk mengurangi beban kerja jantung. Hindari posisi berbaring rata karena bisa memperburuk sesak napas.
- Longgarkan pakaian ketat
Longgarkan kerah baju, dasi, atau sabuk untuk mempermudah aliran udara dan pernapasan pasien.
- Berikan aspirin jika pasien sadar dan tidak alergi
Aspirin dapat membantu mengencerkan darah dan mencegah pembekuan lebih lanjut. Namun, hanya boleh diberikan jika pasien tidak memiliki riwayat alergi, perdarahan lambung, atau kontraindikasi medis lainnya.
- Gunakan obat nitrogliserin (bila sudah diresepkan dokter)
Jika pasien sudah memiliki riwayat penyakit jantung dan membawa obat nitrogliserin, bantu memberikan sesuai petunjuk dokter. Jangan berikan obat ini jika tidak diresepkan dokter.
- Pantau napas dan denyut nadi
Jika pasien kehilangan kesadaran, periksa napas dan detak jantung. Bila tidak ada respons, segera lakukan CPR (cardiopulmonary resuscitation) dengan cara:
- Tekan dada di tengah dengan kedalaman sekitar 5 cm.
- Lakukan 100–120 kali tekanan per menit hingga bantuan medis datang.
- Gunakan AED jika tersedia
AED (automated external defibrillator) adalah alat kejut jantung otomatis yang bisa membantu memulihkan irama jantung. Beberapa tempat umum seperti bandara, stasiun, atau pusat perbelanjaan sudah mulai memilikinya.
- Jangan berikan makan atau minum
Kesalahan fatal yang sering dilakukan adalah memaksa seseorang, yang kemungkinan alami serangan jantung, untuk minum air atau teh hangat.
Pasalnya, pasien bisa tersedak atau kehilangan kesadaran tiba-tiba. Karena itu, hindari memberi makanan, air, atau obat selain yang diresepkan dokter.
Langkah Pencegahan Serangan Jantung
Selain mengetahui cara memberikan pertolongan, sangat penting untuk memahami cara mencegah serangan jantung sejak dini. Dengan menerapkan langkah pencegahan, maka risiko serangan jantung dapat diminimalisir sejak usia usia muda.
|Baca juga: Tips Ampuh Cegah Penyakit Jantung di Usia Muda
Beberapa langkah berikut bisa menurunkan risiko secara signifikan:
- Jaga pola makan sehat
Terapkan diet sehat jantung seperti mengonsumsi makanan rendah lemak jenuh, tinggi serat, dan kaya sayuran serta buah. Batasi garam, gula, daging merah, dan makanan olahan (junk food).
Dengan menjaga pola makan, maka secara otomatis berat badan juga akan ideal. Kelebihan berat badan, terutama di area perut, bisa meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
- Rutin berolahraga
Aktivitas fisik 30 menit per hari, selama lima kali seminggu, seperti olahraga intensitas sedang, dapat menjaga berat badan ideal dan memperkuat jantung. Dengan menjaga berat badan ideal, kamu bisa mengurangi risiko penyakit jantung koroner.
- Hindari duduk terlalu lama
Bagi pekerja yang setiap hari menghabiskan berjam-jam di depan laptop, pastikan untuk stretching setiap 60 menit sekali. Hal tersebut karena sedentary lifestyle terbukti dapat meningkatkan risiko jantung, meski seseorang rutin berolahraga.
- Hindari merokok dan konsumsi alkohol
Rokok merusak dinding pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Dua hal ini dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah, yang menjadi faktor utama penyebab serangan jantung.
- Mengelola stres
Stres berat disebut-sebut dapat memicu penyempitan pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan memicu kebiasaan tidak sehat. Coba teknik relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam, dan melatih berpikir positif.
- Pemeriksaan kesehatan secara rutin
Pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah secara berkala bisa membantu deteksi dini masalah jantung. Apalagi jika memiliki anggota keluarga dengan penyakit jantung, maka risiko meningkat. Hal tersebut karena faktor genetik juga memainkan peran.
Mengetahui pertolongan pertama serangan jantung sangat penting karena dapat menentukan peluang hidup seseorang. Dengan memahami ciri-ciri serangan jantung dan langkah-langkah darurat yang tepat, bisa membantu orang lain, atau bahkan diri sendiri saat kondisi ini terjadi.
Untuk itu, di samping menjaga gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan serangan jantung, penting untuk memiliki perlindungan finansial yang siap memberikan perlindungan komprehensif jika terjadi kondisi darurat medis.
Allianz memiliki salah satu asuransi penyakit kritis Asuransi Allianz Critical Plus. Produk ini antara lain: menawarkan berbagai manfaat utama untuk memberikan perlindungan finansial, mulai dari perlindungan komprehensif terhadap penyakit kritis, dengan perlindungan hingga 150 persen dari Uang Pertanggungan jika tertanggung terdiagnosis Advanced CI. Tersedia pula manfaat pengembalian premi di akhir masa pertanggungan, atau sebesar 100 persen dari total premi asuransi dasar yang dibayarkan.
Allianz menyebutkan dengan memiliki manfaat asuransi, Anda tidak hanya siap menghadapi risiko, tetapi juga memiliki perlindungan karena adanya proteksi kesehatan dan finansial untuk keluarga.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

