Erdikha Sekuritas: IHSG Berpotensi Menguat Terbatas

Media Asuransi –  Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas pada range pergerakan 5.980-6.020. 

Equity Research Analyst PT Erdikha Elit Sekuritas Hendri Widiantoro mengatakan, secara teknikal IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat ke level 6.002. Ditransaksikan dengan volume yang cukup ramai jika dibandingkan dengan rata-rata volume 5 hari pedagangan. 

Baca juga: Infovesta: Kinerja Reksa Dana Kuartal I/2021 Masih Mengecewakan

Dia menerangkan, IHSG ditopang oleh sektor Mining (2,219%), Property (1,021%), Trade (0,961%), Infrastructure (0,834%), Basic Industry (0,693%), Miscellaneous Industry (0,33%), Manufacture (0,275%), Finance (0,232%), Agriculture (0,14%), kendati dibebani oleh sektor Consumer (-0,074%) yang mengalami pelemahan walaupun tidak begitu signifikan. Terdapat sinyal beli pada indikator stochastic dan juga tampak terjadi golden cross yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. 

“IHSG juga masih bertahan menguji level support lower band, indikasi bahwa masih adanya potensi teknikal rebound pada IHSG. Indeks pada hari ini diperkirakan masih akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas pada range pergerakan 5.980-6.020,” jelasnya melalui riset harian yang dikutip Media Asuransi, Rabu (7/4/2021). 

Baca juga: Erdikha Sekuritas: IHSG Masih Bergerak Konsolidasi

Menurutnya, saham-saham yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini meliputi ISAT, TKIM, HRUM, INCO, JSMR, EXEL, dan WSKT.

Lebih lanjut, Hendri menerangkan, investor perlu mencermati data ekonomi yang akan rilis hari ini  (7 April 2021 ) yaitu dari eksternal akan rilis data mengenai API Crude Stock Change AS yang diperkirakan oleh konsensus Trading Economics akan mengalami penurunan menjadi -1.325M dari sebelumnya 3.91M, lalu Markit Composite dan Service PMI bulan Maret dari Jerman akan diperkirakan tumbuh masing-masing 50,8 dan 56,8 menurut konsensus Trading Economics dari sebelumnya masing-masing 45,7 dan 51,1, Markit Service dan Composite bulan maret Euro Area akan diperkirakan tumbuh masing-masing 48,8 dan 52,5 dari sebelumnya 45,7 dan 48,8 oleh konsensus Trading Economics, Markit/CIPS Service dan Composite PMI dari Inggris akan diperkirakan tumbuh masing-masing sebesar 56,8 dan 56,6 dari sebelumnya 49,5 dan 49,6 oleh konsensus Trading Economics serta data neraca perdagangan dan ekspor impor AS, sedangkan dari internal akan rilis data mengenai cadangan devisa selama bulan Maret. 

Baca juga: Sepanjang Pekan Lalu Kapitalisasi Pasar IHSG Susut Rp208 Triliun

Hendri menuturkan, sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG pada 6 April 2021 masih didominasi oleh sentimen eksternal terutama AS, dimana beberapa data ekonomi yang baru saja rilis di sana menandakan bahwa recovery pertumbuhan ekonomi di sana masih terus berjalan seperti rilisnya data non farm payrolls atau ketenagakerjaan mengalami peningkatan sebesar 916.000 pekerja pada bulan Maret, angka pengangguran yang menurun tipis dari sebelumnya 6,2% menjadi 6%, lalu membaiknya sektor jasa non manufaktur di AS dari sebelumnya yakni 63,7 pada bulan lalu. 

Kemudian untuk sentimen dalam negeri akan datang dari adanya data cadangan devisa selama bulan Maret, yang apabila terjadi kenaikan meskipun tidak signifikan akan mendorong IHSG kembali menguat. Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa pergerakan IHSG ditopang oleh salah satunya sektor mining yang menguat sebesar 2,219% dimana hal tersebut terjadi karena adanya sentimen dari pertambangan terkait kabar terbaru Indonesia Battery Corporation ( IBC) yang telah mendapat dukungan dari salah satu perusahaan china setelah Erick Tohir datang langsung untuk meminta dukungan terkait hal tersebut. Aca

Leave a Reply