Media Asuransi, JAKARTA – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) atau Indofood mengumumkan kinerja keuangan untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2026. Perseroan membukukan kenaikan penjualan neto konsolidasi tujuh persen menjadi Rp33,89 triliun dari Rp31,56 triliun di periode yang sama tahun lalu.
|Baca juga: Penyaluran Kredit KB Bank (BBKP) Tumbuh 2,61% Jadi Rp43,19 Triliun di Kuartal I/2026
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengatakan di tengah meningkatnya konflik geopolitik, Indofood tetap dapat mempertahankan kinerjanya di kuartal pertama tahun ini.
“Kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan, tetap menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat,” kata Anthoni Salim, dikutip dari keterangan resminya, Jumat, 1 Mei 2026.
|Baca juga: Tumbuh 10%, Citi Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp2,8 Triliun di 2025
|Baca juga: Bos Citi Indonesia Dukung Rencana OJK Ubah Aturan RBB
Sedangkan marjin laba usaha tetap sehat di kisaran 19,3 persen, meskipun laba usaha turun sebesar enam persen menjadi Rp6,53 triliun dari Rp6,92 triliun yang terutama disebabkan oleh lebih rendahnya laba kurs yang timbul dari kegiatan operasional.
Sementara laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik sebanyak sembilan persen menjadi Rp2,96 triliun dari Rp2,72 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
