Manulife Indonesia Hadirkan MiPrecious

Media Asuransi – Manulife Indonesia meluncurkan MiPreparation Legacy for Our Assurance (MiPrecious). MiPrecious merupakan produk asuransi jiwa yang dirancang memberikan manfaat perlindungan jangka panjang untuk mempersiapkan Dana Masa Depan sesuai kebutuhan nasabah khususnya mereka dengan segmentasi The High Net-Worth (HNW).

Director & General Manager Agency, Kevin Kwon, mengatakan bahwa pandemi telah memberikan pembelajaran, salah satunya mempersiapkan finansial bagi kebutuhan saat ini maupun masa depan dengan baik. Seiring dengan kebutuhan tersebut, Manulife Indonesia telah berinovasi melalui MiPrecious untuk memberikan bekal, persiapan dana masa depan yang ditujukan orang-orang terkasih dalam menghadapi kondisi yang penuh dengan ketidakpastian. “Kami berharap produk ini dapat menjadi solusi finansial yang komprehensif untuk kebutuhan perlindungan jiwa keluarga Indonesia di masa mendatang,” katanya dalam keterangan resminya Selasa, 16 Maret 2021.

Baca juga:

Sementara itu, Head of Product Manulife Indonesia, Richard Sondakh menambahkan bahwa MiPrecious merupakan produk asuransi jiwa yang dilengkapi manfaat pembayaran tunai tahunan, manfaat pembayaran tunai 10 tahunan, manfaat akhir pertanggungan (maturity) serta manfaat meninggal dunia akibat kecelakaan serta membantu nasabah untuk menentukan pilihan Dana Masa Depan yang diinginkan.

MiPrecious memiliki beragam keunggulan antara lain, Pertama, Guaranteed Issuance Offer. Kedua, total hingga 550 persen Manfaat Tunai Pasti, Ketiga, total hingga 342 persen Tambahan Manfaat Tunai. Keempat, Multi Generation Polis dapat dilanjutkan ke Generasi Selanjutnya, yang kelima, Perlindungan Jiwa mulai dari 30 hari dengan Masa Pertanggungan Hingga 50 tahun.

Selain berinovasi dengan produk, Manulife Indonesia menghadapi pandemi dengan terus melakukan kewajibannya melakukan pembayaran klaim terkait Covid-19 sebesar Rp144 miliar hingga 16 Februari 2021. Sementara itu, Manulife Indonesia juga membayarkan klaim per Desember 2020 (data un-audited) sebesar Rp5,5 triliun atau setara dengan Rp15 miliar per hari atau Rp631 juta per jam. Ken