1
1

Budi Herawan Dorong MAIPARK Ekspansi Reasuransi Katastropik di ASEAN

Presiden Komisaris PT Reasuransi MAIPARK Indonesia Budi Herawan

Media Asuransi, JAKARTA – Presiden Komisaris PT Reasuransi MAIPARK Indonesia Budi Herawan menilai kemampuan riset dan pemodelan risiko menjadi modal utama perusahaan untuk memperluas bisnis reasuransi katastropik hingga ke kawasan ASEAN.

Menurut Budi, MAIPARK tidak ingin hanya dikenal sebagai pemain domestik di industri reasuransi risiko bencana. Perseroan menargetkan dapat memperkuat eksistensi di tingkat regional, khususnya di negara-negara ASEAN yang dinilai masih membutuhkan kapasitas reasuransi untuk risiko katastropik.

“Saya maunya MAIPARK eksis di ASEAN. Jadi kalau lihat asuransi yang sifatnya katastrof, ingat MAIPARK, tapi secara ASEAN,” ujar Budi Herawan, di Jakarta beberapa waktu lalu.

|Baca juga: Chief Economist Permata Bank Soroti Risiko Global terhadap Pasar Keuangan RI

Ia mengatakan sejumlah negara di kawasan seperti Vietnam, Kamboja, Myanmar, hingga Filipina memiliki kebutuhan terhadap perlindungan reasuransi risiko bencana alam. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi MAIPARK untuk memperluas penetrasi bisnis di pasar regional.

Di sisi lain, Budi mengungkapkan, MAIPARK berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba lebih dari Rp100 miliar. Capaian itu disebut menjadi yang pertama sejak implementasi penuh PSAK 117.

Menurut dia, pencapaian tersebut tidak terlepas dari tata kelola perusahaan yang dinilai berjalan baik sehingga mampu menjaga profitabilitas perseroan. “Pengelolaan yang benar akan menghasilkan output yang benar. Tata kelola yang benar akan menghasilkan laba yang terjaga,” katanya.

Presiden Direktur PT Reasuransi MAIPARK Indonesia Kocu Andre Hutagalung mengatakan perseroan tengah menyiapkan pengembangan produk baru berbasis risiko banjir dan perubahan iklim.

|Baca juga: KUPASI Beberkan Peluang dan Tantangan New RBC bagi Industri Asuransi

|Baca juga: Prudential Syariah Cetak Kinerja Ciamik di 2025

Menurut Kocu, MAIPARK saat ini sedang mengkaji kemungkinan pengembangan polis yang dapat mengakomodasi risiko banjir dan perubahan cuaca ekstrem. Produk tersebut nantinya akan disusun berdasarkan data dan riset internal perusahaan, termasuk pemodelan risiko banjir di Indonesia.

“Kami sedang diminta untuk mengkaji kemungkinan (risiko) banjir, kemudian risiko-risiko yang berkaitan dengan perubahan iklim. Dalam waktu tidak terlampau lama kami akan datang ke regulator dan industri untuk polis-polis yang mengkover risiko perubahan cuaca,” ujar Kocu.

Ia menjelaskan produk asuransi banjir nantinya tidak akan diterapkan pada wilayah yang dipastikan mengalami banjir setiap tahun. Menurutnya, skema asuransi hanya dapat berjalan pada wilayah dengan probabilitas risiko tertentu.

|Baca juga: Bos Bank Mandiri Tambah Kepemilikan 800 Ribu Saham BMRI untuk Investasi

|Baca juga: Naik 13,4%, Allianz Indonesia Catat Premi Rp4,5 Triliun di Kuartal I/2026

“Untuk (wilayah) yang setiap tahun (terkena) banjir itu pasti tidak ada asuransinya. Tetapi untuk daerah yang bisa banjir bisa tidak, nah di situ asuransi bisa berperan,” jelasnya.

Selain pengembangan produk baru, MAIPARK juga mulai membidik ekspansi bisnis ke pasar ASEAN sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Kocu menilai ekspansi regional menjadi penting karena karakteristik risiko katastropik sangat bergantung pada penyebaran geografis.

“Untuk yang ke luar negeri itu juga tidak terelakkan karena portofolio katastrofik itu sebarannya cuma geografis. Ada di Indonesia, ada di Malaysia, jadi geografis penyebarannya,” tutupnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Pengumuman Lengkap MSCI: 6 Saham RI Dicoret dari Indeks Global Standar
Next Post Pemerintah Diminta Waspadai Potensi Penyebaran Hantavirus

Member Login

or