1
1

Opsi Turun Kelas Belum Hilang, IHSG Terpangkas Lebih dari 3%

Investor sedang mengamati pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia Jakarta beberapa waktu lalu. | Foto: Media Asuransi/Lucky

Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap bertahan di zona merah pada penutupan, Rabu, 24 Juni 2026, kendati Morgan Stanley Capital International (MSCI) mempertahankan status Bursa Efek Indonesia dalam kelas Emerging Market dan tidak turun ke Frontier Market.

|Baca juga: IHSG Berpeluang Rebound, BNI Sekuritas Sarankan 6 Saham Ini untuk Trading

IHSG merosot 3,56 persen atau terpangkas 217,45 poin ke level 5.883,88 pada penutupan perdagangan Rabu. Total volume perdagangan saham di BEI pada Rabu mencapai 26,49 miliar dengan nilai transaksi Rp15,02 triliun. Sebanyak 611 saham melemah, 98 saham menguat dan 104 saham stagnan.

MSCI dalam pengumuman review Rabu dini hari tadi mempertahankan kelas BEI di kelompok Emerging Market karena upaya reformasi pasar modal Indonesia sudah baik. Namun MSCI memberi catatan mengenai indikasi perdagangan terkoordinasi dan juga struktur kepemilikan saham.

|Baca juga: IHSG Tetap Melemah Meski MSCI Pertahankan Status Emerging Market

Kedua masalah tersebut secara signifikan membatasi kemampuan investor untuk menilai free float yang sebenarnya dan mengandalkan harga pasar yang teramati dalam penyusunan portofolio serta replikasi indeks.

Bahkan MSCI menyebut saat MSCI Index Review pada November 2026, opsi reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market dapat dipertimbangkan apabila berbagai persoalan yang menjadi perhatian investor global belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.

Editor: Irdiya Setiawan

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Pemerintah Perkuat Peran Himbara sebagai Instrumen Pembangunan
Next Post Eastspring Investments Indonesia: Sentimen Pasar Kembali Dibayangi Dinamika Domestik yang Masih Berkembang

Member Login

or