Media Asuransi, JAKARTA – Di tengah perubahan lanskap industri jasa keuangan yang terdigitalisasi, daya saing perbankan tidak lagi hanya ditentukan besarnya aset maupun kecanggihan teknologi tetapi juga kemampuan perusahaan membangun talenta yang mampu mengakselerasi transformasi dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Berangkat dari keyakinan tersebut, Bank Jakarta terus memperkuat kapabilitas organisasinya melalui investasi pada sumber daya manusia, salah satunya melalui Officer Development Program (ODP) Information Technology Batch I Tahun 2026 bertema ‘Building Future Digital Leaders for a Smarter, Safer, and Stronger Bank Jakarta‘.
|Baca juga: INDEF Sebut PFII Sulit Dilirik Investor Global Jika Tata Kelola Tak Dibenahi
|Baca juga: Kenapa Pasar Modal Syariah RI Belum Berkembang Pesat? Ini Penjelasan INDEF!
Program yang diselenggarakan bekerja sama dengan BINUS University ini secara resmi dimulai pada Kamis, 7 Agustus 2026. Program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Bank Jakarta dalam membangun kapabilitas organisasi yang mampu mendukung transformasi perusahaan secara berkelanjutan.
Melalui investasi pada talenta digital, Bank Jakarta memperkuat fondasi teknologi yang dibutuhkan untuk menghadirkan inovasi layanan, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola dan manajemen risiko, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah dan seluruh pemangku kepentingan.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menegaskan transformasi yang dijalankan Bank Jakarta merupakan upaya menyeluruh untuk membangun organisasi yang semakin modern, adaptif, dan siap menghadapi perubahan industri.
|Baca juga: Mirae Asset: Investor Masih Selektif Meski Pertumbuhan Ekonomi RI Lampaui Ekspektasi
|Baca juga: Kuartal III/2026, Pertumbuhan Ekonomi RI Berpotensi Melambat di Bawah 5%
Ia menambahkan Bank Jakarta saat ini tengah menjalankan transformasi secara menyeluruh yang mencakup aspek bisnis, operasional, manajemen risiko, teknologi informasi, hingga pengembangan people and culture sebagai satu kesatuan yang saling memperkuat.
“Kami meyakini kemampuan untuk terus beradaptasi dan berinovasi merupakan fondasi utama agar Bank Jakarta mampu tumbuh secara berkelanjutan di tengah perubahan industri yang semakin dinamis,” kata Agus, dalam keterangan resminya, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Oleh karena itu, melalui Officer Development Program Information Technology ini, Bank Jakarta menyiapkan talenta digital yang akan menjadi bagian penting dalam mengakselerasi transformasi tersebut. Untuk mendukung transformasi tersebut, penguatan kapabilitas teknologi informasi menjadi salah satu prioritas perusahaan.
Seiring meningkatnya ekspektasi nasabah terhadap layanan digital yang semakin cepat, aman, dan andal, serta semakin kompleksnya tantangan industri, Bank Jakarta terus membangun talenta teknologi yang mampu menghadirkan inovasi sekaligus memperkuat ketahanan dan keandalan sistem perbankan.
|Baca juga: Sah! OJK Restui 2 Direksi Baru Bank Mandiri Taspen
|Baca juga: BI: Cadangan Devisa Tetap Terjaga di Juli 2026
Direktur Teknologi & Operasional Bank Jakarta Daniel Setiawan Subianto menjelaskan perkembangan teknologi menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru, mulai dari pemanfaatan AI, pengelolaan big data dan data analytics, modernisasi arsitektur teknologi, cloud computing, hingga meningkatnya ancaman cybersecurity.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut tersedianya talenta digital yang tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga memahami karakteristik dan kebutuhan bisnis perbankan agar mampu menerjemahkan teknologi menjadi solusi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
|Baca juga: Merger Asuransi BUMN Belum Final, Tugu Insurance (TUGU) Ungkap Penyebabnya!
|Baca juga: OJK Makin Tegas! BPR yang Belum Penuhi Modal Inti Bakal Kena Sanksi
Melalui ODP Information Technology, ia menambahkan, peserta dipersiapkan untuk memiliki kapabilitas teknis di berbagai bidang teknologi informasi yang relevan dengan kebutuhan industri perbankan masa kini dan masa depan.
“Selain penguasaan aspek teknologi, mereka juga dibekali pemahaman mengenai bisnis dan operasional perbankan sehingga mampu menghadirkan solusi digital yang inovatif, memperkuat ketahanan sistem, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung akselerasi transformasi Bank Jakarta secara berkelanjutan,” pungkas Daniel.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
