1
1

Lewat Program RISE, OCBC (NISP) Gandeng 50 UMKM dan Bidik 20 Ribu Mangrove Tiap Tahun

Konferensi pers Upcydea Festival 2026 di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026. | Foto: Media Asuransi/Muh Fajrul Falah

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) atau OCBC menggandeng 50 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam program Responsible Innovation for Sustainable Everyday Lifestyle (RISE) yang diperkenalkan pada Upcydea Festival 2026.

Melalui program tersebut, bank menargetkan penanaman sekitar 20 ribu pohon mangrove setiap tahun dengan memanfaatkan hasil penjualan produk upcycle sebagai sumber pendanaannya.

Brand & Communication Head OCBC Aleta Hanafi mengatakan program RISE dirancang untuk mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup berkelanjutan melalui langkah yang sederhana, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM.

|Baca juga: Sequis Life Perkuat Kapasitas Peserta Sequis SHEPRENEUR Lewat Financial Check-Up dan Personal Branding

|Baca juga: DAI Dukung OJK Berantas Broker Ilegal, Industri Diminta Stop Transaksi dengan Pelaku Gelap!

“Melalui RISE (Responsible Innovation for Sustainable Everyday Lifestyle), kami ingin menunjukkan sustainability tidak harus rumit atau mahal. Kami percaya perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten,” ujar Aleta, dalam konferensi pers Upcydea Festival 2026 di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.

Program tersebut melibatkan 25 UMKM kuliner dan 25 UMKM fesyen serta kriya. Para peserta mengolah seragam batik bekas milik OCBC menjadi berbagai produk yang memiliki nilai jual. Seluruh hasil penjualan kemudian digunakan untuk membeli bibit mangrove yang akan ditanam di sejumlah wilayah pesisir.

Menurut Aleta, target penanaman sekitar 20 ribu mangrove merupakan agenda tahunan perusahaan yang dilakukan di berbagai daerah, mulai dari Batam, Pulau Jawa, Bali hingga Makassar. Selain penanaman, perusahaan juga melakukan pemeliharaan terhadap mangrove yang telah ditanam sebagai bagian dari komitmen jangka panjang.

|Baca juga: Danamon (BDMN) Siapkan D-Bank PRO Jadi Platform Utama Layanan Finansial Terintegrasi

Program RISE juga dikembangkan seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap isu lingkungan. Berdasarkan survei Voice of the Consumer 2025 dari PwC, sebanyak 62 persen responden di Indonesia mengaku khawatir terhadap perubahan iklim.

Namun, sebagian besar masih belum menjadikan isu tersebut sebagai pertimbangan utama dalam aktivitas sehari-hari.

|Baca juga: Pengembangan Karyawan Jadi Kunci Pertumbuhan Berkelanjutan

|Baca juga: Aon Tunjuk Eks Bos Zurich Jadi CEO untuk Indonesia

Untuk mendampingi para UMKM, OCBC menggandeng desainer Billy Tjong dan Women’s Entrepreneurship Advocate Petty S. Fatimah sebagai mentor. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha menghasilkan produk yang kreatif sekaligus memiliki nilai ekonomi melalui konsep ekonomi sirkular.

Sepanjang 2025, OCBC mencatat telah mengolah 256 kilogram seragam batik bekas menjadi berbagai produk upcycle. Penjualan produk tersebut mencapai Rp43,7 juta dan seluruh hasilnya disalurkan untuk mendukung penanaman 2.185 pohon mangrove.

“Kalau ditanya target kita tahunan, kita ada tiap tahun 20 ribu mangrove yang kita tanam. Jadi ini hanya sebagian kecil dari 20 ribu itu. Dan kita tanam di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Danamon (BDMN) Siapkan D-Bank PRO Jadi Platform Utama Layanan Finansial Terintegrasi
Next Post QR Code Jadi Senjata Baru OJK Berantas Pialang Asuransi Ilegal

Member Login

or