Media Asuransi, JAKARTA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai persaingan suku bunga simpanan di industri perbankan mulai meningkat. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam penyesuaian tingkat bunga penjaminan (TBP) simpanan rupiah.
Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank, Doddy Zulverdi, mengatakan bahwa meski likuiditas perbankan secara umum masih berada dalam kondisi yang baik, kompetisi dalam menghimpun dana masyarakat mulai terlihat di berbagai kelompok bank.
|Baca juga: LPS Catat Tabungan di Bawah Rp100 Juta Tumbuh 4,95% hingga Mei 2026
“Sejauh ini kondisi likuiditas perbankan masih terjaga di semua kelompok bank, namun terdapat indikasi terjadinya peningkatan kompetisi ya kompetisi suku bunga di antara berbagai kelompok bank tersebut,” kata Doddy dalam konferensi pers yang dikutip Senin, 29 Juni 2026.
LPS menilai kenaikan bunga simpanan terjadi seiring penyesuaian bank terhadap perubahan suku bunga kebijakan serta perkembangan pasar keuangan, baik di dalam maupun luar negeri.
|Baca juga: LPS Catat 99,94% Rekening Bank Umum Masih Dijamin Penuh
“Pertama, tingkat suku bunga penjaminan simpanan rupiah beberapa waktu terakhir sudah cenderung terus meningkat pada seluruh kelompok bank, sebagai respons terhadap perkembangan suku bunga kebijakan dan juga kondisi pasar keuangan yang terjadi baik itu yang terjadi di global maupun di domestik,” ujarnya.
Selain itu, LPS juga memperkirakan pertumbuhan simpanan rupiah masih relatif tinggi, meski terdapat potensi melambat. Sebaliknya, pertumbuhan simpanan valas diproyeksikan meningkat pada kondisi saat ini.
“Kedua adalah kinerja pertumbuhan simpanan rupiah sejauh ini masih relatif tinggi, namun terdapat beberapa potensi bahwa simpanan rupiah tersebut akan pertumbuhannya akan melambat. Sedangkan untuk pertumbuhan simpanan valas diperkirakan dalam kondisi saat ini akan meningkat,” tutur Doddy.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

