Media Asuransi, GLOBAL – Asia Pasifik diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan pasar Usage-Based Insurance (UBI) atau asuransi berbasis penggunaan hingga 2035. Market Research Future memperkirakan pasar UBI di kawasan ini akan tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 18,6 persen.
Melansir Insurance Asia, Selasa, 14 Juli 2026, UBI merupakan produk asuransi kendaraan yang menetapkan premi berdasarkan data berkendara secara real time, seperti jarak tempuh dan perilaku pengemudi. Skema ini berbeda dengan metode konvensional yang mengandalkan usia maupun domisili tertanggung.
Secara global, nilai pasar UBI diperkirakan mencapai US$32,6 miliar pada 2025. Nilainya diproyeksikan meningkat menjadi US$37,3 miliar pada 2026 dan menembus US$116,7 miliar pada 2035, dengan CAGR sebesar 13,5 persen.
Pertumbuhan Asia Pasifik ditopang meningkatnya kepemilikan kendaraan di China dan India. Regulasi yang mendorong digitalisasi industri asuransi serta pemanfaatan telematika berbasis ponsel pintar juga mempercepat adopsi produk tersebut.
Selain itu, pengembangan regulatory sandbox oleh regulator asuransi India, ekspansi ekosistem kendaraan terhubung di China, hingga integrasi embedded insurance pada platform ride-hailing di Asia Tenggara menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar.
|Baca juga: BCA Life Catat Laba Melesat 53% di Semester I/2026
|Baca juga: OJK Bidik Dana Rp43,7 Triliun Korporasi Masuk ke Asuransi Kesehatan, Ini Tujuannya!
Tren tersebut menandai pergeseran model underwriting dari proses tahunan berbasis dokumen menuju pemanfaatan data berkendara secara real time. Data diperoleh melalui sensor ponsel pintar, perangkat on-board diagnostics (OBD-II), hingga telematika bawaan kendaraan.
Sepanjang 2023 hingga 2024, perusahaan asuransi menggelontorkan investasi lebih dari US$4,7 miliar untuk membangun infrastruktur telematika. Sementara itu, investasi pada mesin penetapan premi berbasis machine learning meningkat sekitar 38 persen sepanjang 2024.
Laporan tersebut juga menyebut perusahaan asuransi yang lebih awal menerapkan teknologi penilaian risiko tersebut mampu menurunkan rasio klaim hingga lima sampai delapan poin persentase.
Meski mencatat pertumbuhan tercepat, namun Asia Pasifik belum menjadi pasar terbesar. Eropa masih memimpin dengan pangsa pasar sebesar 28,5 persen pada 2025, sedangkan Amerika Utara menempati posisi kedua sekaligus menjadi pusat inovasi teknologi UBI.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

