Media Asuransi, JAKARTA – Allianz Life Indonesia mencatat kinerja keuangan yang positif di kuartal I/2026. Diharapkan kinerja tersebut bisa terus berlanjut bahkan meningkat dari waktu ke waktu sampai akhir tahun di tengah tantangan yang menghadang industri asuransi Tanah Air.
Direktur & Country Chief Financial Officer Allianz Life Indonesia Gert de Rijke menyebutkan laporan keuangan Allianz Life Indonesia per kuartal I/2026 menunjukkan kinerja premi asuransi jiwa dengan pertumbuhan positif di mana total premi mencapai sekitar Rp4,5 triliun, bertumbuh 13,4 persen secara tahun ke tahun (yoy).
|Baca juga: Bos Allianz Life Indonesia Yakin Prospek Pasar Modal RI Kian Kuat
|Baca juga: Bos Allianz Utama Indonesia: Lonjakan Perjalanan di Periode Libur Panjang Bukan Tren Musiman
“Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan perlindungan jiwa di kalangan masyarakat,” kata Gert de Rijke, kepada Media Asuransi, dikutip Selasa, 12 Mei 2026.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja premi industri asuransi komersial menunjukkan pertumbuhan tipis hingga Maret 2026. Kondisi itu dengan segmen asuransi jiwa yang tercatat masih tertekan dan asuransi umum dan reasuransi yang hanya mencatatkan kenaikan tipis.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono memaparkan akumulasi pendapatan premi asuransi komersial hingga Maret 2026 tercatat sebesar Rp88,36 triliun atau tumbuh 0,74 persen secara tahunan (yoy).
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh premi asuransi umum dan reasuransi yang naik 1,77 persen yoy menjadi Rp41,24 triliun. Sementara itu, premi asuransi jiwa justru mengalami kontraksi sebesar 0,14 persen yoy dengan nilai Rp47,12 triliun.
Kondisi tersebut mencerminkan adanya tekanan pada lini bisnis asuransi jiwa, di tengah upaya industri menjaga kinerja secara keseluruhan. Meski demikian, dari sisi permodalan, industri asuransi masih berada dalam kondisi kuat, secara umum kinerja sektor PPDP tetap stabil dan terjaga.
|Baca juga: Gunakan Pendekatan Investasi Disiplin, Allianz Indonesia Catat Dana Kelolaan Rp43,7 Triliun di 2025
“Kinerja asuransi, penjaminan, dan dana pensiun secara umum tetap stabil dan terjaga ditopang oleh tingkat solvabilitas agregat yang tinggi. Sejalan dengan kondisi itu, OJK terus mendorong optimalisasi peran serta peningkatan kinerja industri PPDP dengan tetap memperkuat ketahanan dalam menghadapi dinamika perekonomian,” ucapnya.
Dari sisi permodalan, Risk Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa tercatat sebesar 474,26 persen dan asuransi umum serta reasuransi sebesar 316,32 persen, jauh di atas ambang batas minimum sebesar 120 persen.
Sementara itu, dari sisi aset, industri asuransi secara keseluruhan mencatatkan pertumbuhan positif. Total aset industri asuransi per Maret 2026 mencapai Rp1.195,75 triliun atau naik 4,38 persen yoy. Adapun khusus asuransi komersial, total aset tercatat sebesar Rp977,53 triliun atau tumbuh 5,64 persen yoy.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

