Media Asuransi, JAKARTA – Rendahnya literasi masyarakat mengenai dana pensiun masih menjadi tantangan dalam meningkatkan kepesertaan program pensiun di Indonesia. Kondisi tersebut membuat banyak pekerja maupun perusahaan belum memahami manfaat program dana pensiun sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
Ketua Pengurus DPLK Manulife Indonesia Erna Wijaya mengatakan masih banyak masyarakat yang belum mengenal produk dana pensiun. Bahkan, tidak sedikit calon nasabah yang baru mengetahui keberadaan program tersebut setelah mendapat penjelasan langsung.
|Baca juga: Danamon (BDMN) Komitmen Dukung Pertumbuhan Startup di Indonesia
|Baca juga: Daftar Peserta BPJS Ketenagakerjaan Kini Lebih Mudah Lewat BSI Agen
“Pada saat kita berbicara dana pensiun saja mereka bertanya, ‘Ini apa ya?’ Setelah kita jelaskan produknya, mereka bilang, ‘Kok saya enggak pernah dengar, sebenarnya bagus ya’,” ujarnya, dalam Workshop APPARINDO dan DPLK Manulife Indonesia di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.
Menurut Erna, kondisi tersebut menunjukkan edukasi mengenai dana pensiun masih perlu diperluas. Karena itu, Asosiasi DPLK Indonesia bersama seluruh penyelenggara DPLK terus mendorong berbagai kegiatan literasi agar masyarakat lebih memahami pentingnya menyiapkan dana untuk hari tua.
View this post on Instagram
“Saya menggalakkan literasi dan mengajak teman-teman DPLK bergiliran membuat konten edukasi di Instagram, LinkedIn, dan media sosial lainnya supaya semakin banyak orang yang paham tentang dana pensiun,” katanya.
|Baca juga: AAJI ‘Spill’ Tantangan Perlindungan Kesehatan untuk Warga RI
|Baca juga: AAJI Sebut Perusahaan Asuransi Harus Cermat saat Membuat Produk Asuransi Kesehatan
Ia menilai peningkatan literasi tidak bisa hanya mengandalkan penyelenggara DPLK. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan dan broker asuransi, juga dibutuhkan agar informasi mengenai manfaat dana pensiun dapat menjangkau lebih banyak pekerja.
“Saya mengajak Bapak Ibu sama-sama memberikan literasi. Enggak usah jualan dulu, yang paling penting masyarakat paham lebih dulu tentang dana pensiun,” tutupnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

