Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO) mendorong perusahaan pialang asuransi mengubah pendekatan bisnis dari sekadar menjual produk menjadi mitra konsultasi bagi nasabah.
Transformasi tersebut dinilai penting agar broker mampu memberikan solusi yang lebih relevan sesuai kebutuhan setiap perusahaan.
|Baca juga: Industri Asuransi Indonesia Diramal Tumbuh Berkelanjutan, Didorong 3 Hal Ini!
|Baca juga: Permata Bank Dorong Generasi Muda Jadi Future Leaders
Ketua Umum APPARINDO Yulius Bhayangkara mengatakan peran broker tidak lagi cukup hanya menjadi perantara antara perusahaan asuransi dan nasabah. Menurutnya, broker harus mampu menciptakan nilai tambah agar keberadaannya tetap dibutuhkan di tengah persaingan industri.
“Kita shifting transform dari transactional brokers jadi consultative brokers. Broker itu creating value. Bukan jual asuransi, bukan nawarin DPLK. Yang harus kita bangun adalah value,” ujarnya, dalam Workshop APPARINDO dan DPLK Manulife Indonesia di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.
Yulius menjelaskan proses konsultasi harus dimulai dengan memahami kebutuhan nasabah, bukan langsung menawarkan produk. Setelah kebutuhan dipetakan, broker baru menyusun program perlindungan yang sesuai, baik berupa asuransi maupun solusi keuangan lainnya.
|Baca juga: Danamon (BDMN) Komitmen Dukung Pertumbuhan Startup di Indonesia
|Baca juga: Daftar Peserta BPJS Ketenagakerjaan Kini Lebih Mudah Lewat BSI Agen
“The most important thing you have to know the needs of your clients. Setelah tahu kebutuhannya, baru kita create the program. Produk itu justru bagian yang paling mudah,” katanya.
Ia menambahkan pendekatan tersebut juga sejalan dengan fungsi broker sebagaimana diatur dalam regulasi, yakni sebagai mediator, konsultan, pendamping klaim, sekaligus pemberi edukasi kepada nasabah.
View this post on Instagram
Menurut Yulius, kemampuan menghadirkan solusi menjadi faktor penting agar broker tetap memiliki daya saing. Tanpa nilai tambah tersebut, perusahaan dinilai bisa saja memilih berhubungan langsung dengan perusahaan asuransi tanpa menggunakan jasa broker.
“Kalau kita enggak ada value, orang langsung saja ke asuransi. Jadi kita memang harus create solution yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ucapnya.
|Baca juga: Biar Klien Gak Kabur, APPARINDO Dorong Broker Agresif Tawarkan Dana Pensiun ke Nasabah
|Baca juga: PHK Datang, Pesangon Cepat Hilang? DPLK Manulife Ingatkan Pekerja Siapkan Dana Pensiun dari Sekarang
Lebih lanjut, Yulius menilai, program dana pensiun seperti DPLK dapat menjadi salah satu solusi yang melengkapi layanan broker. Selain memberi manfaat bagi perusahaan dan karyawan, produk tersebut dinilai memperluas pilihan solusi yang dapat ditawarkan kepada nasabah korporasi.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

