1
1

Harga Obat Naik hingga 15% per Tahun, Pengendalian Inflasi Medis Jadi Kunci!

Ilustrasi. | Foto: Freepik

Media Asuransi, JAKARTA – Chief Technical Officer Allianz Life Indonesia Brandon Heng menyatakan harga obat memang bukan komponen tertinggi dalam inflasi medis. Namun berdasarkan data, harga obat terus meningkat sekitar enam persen hingga 15 persen setiap tahunnya.

“Karena itu, kami mengapresiasi upaya Kementerian Kesehatan dalam menetapkan batas maksimal penyesuaian harga obat, karena penetapan ini turut membantu mengendalikan tekanan inflasi medis,” ujar Brandon Heng, dikutip dari keterangannya, Selasa, 14 Juli 2026.

Head of Health Analytics Allianz Life Indonesia dr. Tubagus Argie menambahkan masyarakat sering kali hanya mengantisipasi biaya ketika menghadapi penyakit berat. Padahal, penyakit yang umum terjadi seperti ISPA, radang tenggorokan, maupun demam dan pilek juga tetap membutuhkan pengobatan.

|Baca juga: BEI Resmi Cabut Suspensi Saham Asuransi Maximus Graha (ASMI)

|Baca juga: Gelar Rights Issue, Asuransi Harta Aman (AHAP) Bidik Rp175 Miliar Demi Penuhi Modal Minimum OJK

“Ketika penyakit tersebut terjadi berulang, terutama dalam satu keluarga, akumulasi biayanya dapat menjadi cukup signifikan,” ujar dr. Tubagus Argie.

Pada kuartal pertama 2026, kondisi kesehatan yang paling banyak diklaim nasabah didominasi oleh penyakit yang sama, yaitu ISPA (10.026 kasus), diikuti diare (3.741 kasus), radang tenggorokan (2.795 kasus), demam (2.394 kasus), dan batuk pilek (2.369 kasus).

Hal ini menunjukkan bahwa penyakit yang sering dianggap ringan bukan hanya menjadi penyumbang klaim obat terbanyak, tetapi juga merupakan alasan masyarakat yang paling sering mengakses layanan kesehatan.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Danantara Garap 26 Proyek Hilirisasi Senilai Rp225 Triliun, Serap 37 Ribu Tenaga Kerja
Next Post OCBC (NISP) Hadirkan Layanan Transaksi Bilateral untuk Perluas Akses Ekspansi Bisnis di Asia

Member Login

or