1
1

IHSG Ambruk Hampir 5%, Prudential Indonesia Tetap Fokus di Strategi Investasi Jangka Panjang!

Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen. | Foto: Media Asuransi/Muh Fajrul Falah

Media Asuransi, JAKARTA – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menilai gejolak yang terjadi di pasar saham dalam jangka pendek tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap strategi investasi perseroan yang berorientasi jangka panjang.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah pelemahan pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak turun hingga hampir menyentuh lima persen pada perdagangan sesi kedua, Rabu, 3 Juni 2026.

|Baca juga: Perkuat Penyediaan Layanan Kesehatan di Asia, Fullerton Health Rampungkan Akuisisi AdMedika Group

Berdasarkan pantauan Media Asuransi melalui Stockbit, pada pukul 13.00 WIB, IHSG ambruk 4,94 persen ke level 5.889,48. Padahal, IHSG sempat dibuka di zona hijau pada pagi hari di level 6.207,1.

Chief Financial Officer Prudential Indonesia Adit Trivedi mengatakan perusahaan memiliki beragam pilihan instrumen investasi yang dikelola untuk mendukung kebutuhan nasabah dalam jangka panjang.

|Baca juga: OJK Sebut Kinerja NIM dan BOPO Perbankan Masih Sejalan dengan Kondisi Ekonomi

|Baca juga: Krom Bank Kantongi 1 Juta Rekening, DPK Tembus Rp10 Triliun!

“Kami memiliki berbagai pilihan dana investasi. Ada unitlink, dana pendapatan tetap, dana global offshore, dan dana investasi di Indonesia. Dalam menentukan investasi, kami fokus pada fundamental yang kuat, terutama sektor konsumen, kesehatan, dan komunikasi,” kata Adit di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Menurutnya, fokus utama Prudential adalah menjaga kinerja investasi dalam horizon jangka panjang, sehingga fluktuasi pasar dalam jangka pendek tidak menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan investasi.

“Fokus utama kami adalah jangka panjang. Dalam jangka pendek tentu ada volatilitas pasar, karena itu kami mendorong nasabah memiliki portofolio yang terdiversifikasi agar lebih baik untuk jangka panjang,” ujarnya.

|Baca juga: Konglomerasi Keuangan Bank DBS Indonesia Dukung SMI Terbitkan Obligasi Ritel

|Baca juga: Visa: Kepercayaan, Keamanan, dan Keandalan Jadi Kunci Pertumbuhan Sistem Pembayaran di Indonesia

Adit menjelaskan sebagian besar investasi perusahaan ditempatkan pada instrumen obligasi berjangka panjang yang disesuaikan dengan karakteristik kewajiban perusahaan kepada nasabah.

“BI Rate pada dasarnya merupakan indikator jangka pendek. Kami berinvestasi jangka panjang. Sebagian besar investasi ditempatkan pada obligasi tenor 10 hingga 30-40 tahun. Kami berinvestasi menyesuaikan aset dengan kewajiban. Karena itu, apa yang terjadi dalam jangka pendek tidak terlalu berdampak bagi kami,” katanya.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen menegaskan produk asuransi yang dikelola perusahaan memiliki jangka waktu panjang sehingga tidak terlalu terpengaruh oleh pergerakan instrumen investasi jangka pendek.

|Baca juga: OJK Usul Asing Bisa Kuasai 99% Saham Asuransi di Indonesia

|Baca juga: Asuransi BUMN Bersiap Dilebur, OJK Tunggu Langkah Danantara

“Produk kami memang berjangka panjang, 30-40 tahun. Jadi instrumen jangka pendek tidak banyak memengaruhi kami. Yang terpenting adalah menjaga kecocokan antara aset dan liabilitas,” ujar Karin.

Prudential menilai strategi investasi yang berfokus pada fundamental serta pengelolaan aset dan liabilitas yang seimbang menjadi kunci untuk menjaga kinerja portofolio di tengah volatilitas pasar keuangan.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Perkuat Penyediaan Layanan Kesehatan di Asia, Fullerton Health Rampungkan Akuisisi AdMedika Group
Next Post Sejumlah Bank Catat Penurunan Beban Tenaga Kerja, Begini Kata Bos OJK!

Member Login

or