Media Asuransi, GLOBAL – Generali China Insurance (GCI) diperkirakan memiliki modal yang cukup kuat untuk mendukung target pertumbuhan premi sekaligus menghadapi risiko bisnis. Penilaian tersebut disampaikan Fitch Ratings setelah perusahaan memperoleh tambahan modal dari induk usahanya, Assicurazioni Generali.
Melansir Insurance Asia, Selasa, 21 Juli 2026, Fitch mencatat GCI menerima suntikan modal sebesar US$57,9 juta atau sekitar CNY392 juta pada Juli 2025. Tambahan modal itu membuat rasio solvabilitas komprehensif perusahaan melonjak menjadi 230 persen pada akhir 2025, dari 166 persen pada pertengahan tahun yang sama.
Memasuki kuartal I/2026, rasio tersebut sedikit turun menjadi 219 persen. Penurunan dipicu meningkatnya risiko pasar, investasi saham, dan eksposur terhadap reasuradur. Namun, Fitch menilai posisi permodalan GCI masih jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator.
Di sisi bisnis, Fitch memperkirakan kinerja underwriting GCI masih akan menghadapi tantangan seiring berkurangnya portofolio yang sebelumnya berasal dari China National Petroleum Corporation (CNPC), mantan pemegang saham perusahaan.
|Baca juga: Bank Jakarta Resmikan New Look Branch KCP Kebayoran Park
|Baca juga: OJK Minta Industri Penjaminan Perkuat Manajemen Risiko di Tengah Dorongan Pembiayaan UMKM
Kendati demikian, kinerja underwriting GCI justru membaik sepanjang 2025. Rasio kombinasi turun menjadi 102 persen dari 105 persen pada tahun sebelumnya. Perbaikan ini didorong oleh berkurangnya kerugian akibat bencana, seleksi risiko yang lebih ketat, serta perubahan metode pencadangan yang membuat hasil underwriting lebih baik.
Fitch juga memperkirakan GCI akan terus meningkatkan investasi pada saham dan obligasi korporasi untuk mendongkrak hasil investasi. Porsi aset berisiko naik menjadi 32 persen pada kuartal I/2026, dari 24 persen pada akhir 2025.
Meski investasi pada aset berisiko meningkat, namun Fitch menilai risikonya masih terkendali. Pasalnya, sebagian besar portofolio investasi GCI masih ditempatkan pada instrumen pendapatan tetap, sementara modal yang lebih besar menjadi bantalan jika terjadi gejolak pasar.
Sepanjang 2025, GCI membukukan premi bruto sebesar US$270 juta atau sekitar CNY1,8 miliar. Perusahaan menguasai sekitar 0,08 persen pasar asuransi umum di China dan saat ini memiliki tujuh kantor cabang dengan basis nasabah yang kuat di sektor energi.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
