Media Asuransi, JAKARTA – Industri asuransi jiwa Jepang mencatat lonjakan kinerja sepanjang tahun fiskal 2025. Sebanyak 41 perusahaan asuransi jiwa membukukan pendapatan premi sebesar US$238,9 miliar atau sekitar JPY38,53 triliun, naik 104,7 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Melansir Insurance Asia, Kamis 16 Juli 2026, data Japan Life Insurance Association menunjukkan, kenaikan juga terjadi pada pendapatan investasi yang melonjak 155,6 persen menjadi US$117,9 miliar atau JPY19,02 triliun selama periode 1 April 2025 hingga 31 Maret 2026.
Di sisi lain, beban operasional meningkat 103,2 persen menjadi US$33,1 miliar, sementara beban investasi naik 148,6 persen menjadi US$51,8 miliar. Seiring pertumbuhan bisnis, total pembayaran klaim, manfaat, dan anuitas juga naik 98,7 persen menjadi US$115,6 miliar atau JPY18,65 triliun.
|Baca juga: Purbaya: Peringkat Kredit S&P Bukti Kepercayaan terhadap Ekonomi Indonesia
|Baca juga: Pindai Resmi Meluncur, AAUI Siapkan Pusat Data Berbasis AI untuk Perkuat Industri Asuransi
Dari sisi bisnis baru, polis asuransi jiwa individu mencapai 17,49 juta, meningkat 99,2 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penjualan produk anuitas individu juga tumbuh 99,4 persen menjadi 1,49 juta polis.
Segmen asuransi kelompok mencatat pertumbuhan lebih tinggi, dengan bisnis baru naik 121,4 persen menjadi 618.888 polis. Sementara itu, produk asuransi kesehatan terus berkembang dengan jumlah polis baru meningkat 143,4 persen menjadi 90.357 polis.
Kinerja positif juga terlihat pada asuransi pendapatan disabilitas. Jumlah polis baru di segmen ini naik 141,1 persen menjadi 4.964 polis.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

