Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) resmi meluncurkan PT Pusat Informasi dan Data Asuransi Indonesia (Pindai), perusahaan yang akan menjadi pusat pengelolaan data, pengembangan teknologi, hingga peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor perasuransian.
Hadirnya Pindai menjadi langkah penting bagi industri untuk mulai mengandalkan data dan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung pengambilan keputusan bisnis serta memperkuat daya saing perusahaan asuransi.
Ketua Umum AAUI yang juga Ketua Dewan Pembina Pindai Budi Herawan mengatakan pembentukan Pindai merupakan cita-cita yang telah lama disiapkan industri. Menurutnya, perusahaan ini bukan sekadar menjadi pusat data, tetapi juga menjadi motor transformasi digital di industri asuransi umum.
“Tentunya ini menjadi satu tonggak bersejarah bagi industri kita, asuransi umum khususnya. Ini juga tantangan bagi kita bagaimana mengelaborasi kesempatan yang ada di industri perasuransian khususnya mengenai teknologi yang berbasis AI,” ujar Budi, dalam peluncuran Pindai di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.
Untuk memperkuat pengembangan teknologi, Pindai menggandeng Zhong An, yakni perusahaan teknologi asuransi asal China. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat pengembangan platform digital sekaligus mendukung pemanfaatan AI dalam berbagai layanan industri.
|Baca juga: Direktur Asuransi Oona Insurance (ABDA) Mundur dari Jabatan, Ada Apa?
|Baca juga: Purbaya: Peringkat Kredit S&P Bukti Kepercayaan terhadap Ekonomi Indonesia
Tidak berhenti di situ saja, Pindai juga akan mengolah data industri menjadi informasi yang lebih bernilai. Salah satu targetnya ialah menghasilkan tarif referensi berbasis data sehingga perusahaan asuransi memiliki acuan yang lebih objektif dalam menjalankan bisnis.
Gagasan membangun pusat data industri sebenarnya sudah muncul lebih dari 10 tahun lalu. Pembina Pindai sekaligus mantan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani menilai realisasi Pindai menjadi pencapaian penting bagi industri asuransi yang selama ini belum memiliki pusat data seperti di sejumlah negara maju.
Menurut Firdaus, keberadaan pusat data akan membuat industri memiliki dasar yang sama dalam menyusun tarif maupun membaca risiko melalui data premi, klaim, hingga loss ratio.
“Pada hari ini menjadi suatu tonggak sejarah di dalam industri asuransi umum Indonesia. Hal ini di bawah kepemimpinan Pak Budi Herawan selaku Ketua AAUI dapat mewujudkannya,” kata Firdaus.
|Baca juga: OJK Bunyikan Warning! Rasio Klaim Asuransi Kredit Nyaris Sentuh 100%
|Baca juga: Bank Jago (ARTO) Buka Suara soal Rumor Merger dengan BFI Finance (BFIN)
Ia berharap Pindai nantinya berkembang menjadi pusat informasi seluruh industri perasuransian nasional, tidak hanya melayani asuransi umum, tetapi juga asuransi jiwa dan asuransi sosial.
Direktur Utama Pindai Reza Ronaldo mengatakan perusahaan efektif beroperasi sejak 15 Juni 2026. Pindai dibentuk untuk mempercepat penguatan ekosistem industri asuransi Indonesia sekaligus mengejar ketertinggalan dari negara-negara yang lebih dulu memiliki pusat data perasuransian.
Ke depan, perusahaan akan bertumpu pada tiga lini bisnis utama, yakni pengembangan SDM melalui pelatihan dan sertifikasi profesi, layanan analisis data industri, serta penyediaan platform teknologi informasi berbasis AI.
“Visi kita menjadi pusat data, teknologi dan pengembangan kompetensi yang terpercaya untuk memperkuat ekosistem asuransi umum menuju industri yang sehat, transparan, modern, dan berdaya saing global,” ujar Reza.
Reza mengungkapkan produk pertama yang mulai dipasarkan adalah layanan sistem klaim berbasis AI. Pada hari peluncuran, Pindai juga telah memperkenalkan layanan tersebut kepada PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk yang diproyeksikan menjadi calon klien pertama.
Ke depan, Pindai akan menghimpun berbagai sumber data industri, mulai dari Maipark, BPP Dan, hingga basis data lainnya. Informasi tersebut nantinya akan diolah menjadi referensi bagi perusahaan asuransi dalam menyusun tarif, membaca tren risiko, meningkatkan transparansi, hingga memperkuat daya saing industri secara keseluruhan.
Berikut susunan pengurus PT Pusat Informasi dan Data Asuransi Indonesia (Pindai):
Dewan komisaris
Komisaris Utama: Rachman Notowibowo
Komisaris: Cipto Hartono
Dewan pembina
Ketua: Budi Herawan
Anggota: Firdaus Djaelani
Anggota: Kornelius Simanjuntak
Direksi
Direktur Utama: Reza Ronaldo
Direktur: Muhammad Ilham
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

