Media Asuransi, JAKARTA — Pemerintah tengah mempersiapkan Bali sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia sebagai pusat keuangan global.
Dalam pengembangannya, pemerintah menjadikan Dubai International Financial Centre (DIFC) sebagai benchmark karena dinilai berhasil mentransformasi Dubai menjadi salah satu pusat keuangan terkemuka di dunia.
DIFC menawarkan berbagai keunggulan, antara lain insentif pajak korporasi hingga nol persen selama 40 tahun, menjadi pusat aktivitas lebih dari 50 ribu profesional, serta dikenal sebagai ‘Wall Street of MEASA’ (Middle East, Africa, and South Asia).
Dengan mengadopsi praktik terbaik tersebut, PFII di Bali diharapkan mampu menarik investasi global, memperdalam pasar keuangan domestik, memperluas akses pembiayaan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem keuangan internasional.
Sebagai bagian dari persiapan tersebut, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria memimpin rapat bersama Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir, serta jajaran Managing Director dan Board of Directors (BoD) Danantara untuk membahas kesiapan pengembangan PFII.
|Baca juga: Gelar Rights Issue, Asuransi Harta Aman (AHAP) Bidik Rp175 Miliar Demi Penuhi Modal Minimum OJK
|Baca juga: Direktur Bank KB Indonesia (BBKP) Borong 1 Juta Lembar, Ini Alasannya!
Pembahasan difokuskan pada strategi investasi, pembangunan ekosistem keuangan berstandar global, serta optimalisasi peran Danantara dalam mendukung pengembangan aset, infrastruktur, dan layanan pendukung PFII. PFII bukan sekadar membangun kawasan keuangan, tetapi membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia.
“Dengan ekosistem yang kompetitif dan berstandar global, kami ingin menghadirkan lebih banyak investasi yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Dony, dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu, 15 Juli 2026.
Melalui sinergi tersebut, pemerintah optimistis PFII di Bali akan menjadi magnet investasi internasional, memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan kawasan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

