Delegasi dari Australasian Institute of Chartered Loss Adjusters (AICLA) berkunjung ke Jakarta pada akhir Mei 2026. Delegasi ini terdiri dari President of AICLA, Darrell Stops, CEO AICLA, Adrian Libke, dan didampingi Direktur & Kepala Divisi Internasional AICLA, Budi Maharesi. AICLA merupakan sebuah institut profesional untuk para penilai kerugian asuransi yang disertifikasi oleh Kerajaan Inggris (Chartered), melalui negara persemakmuran Australia.
Kunjungan ke Jakarta merupakan bagian dari lawatan Lawatan dimulai dari Phuket-Thailand, kemudian President of AICLA, Darrell Stops, ke Asia. ke HCMC, Da Nang, dan Hanoi-Vietnam, Hong Kong, Kuala Lumpur-Malaysia, Singapura, dan Jakarta sebagai kota terakhir sebelum kembali ke Australia.
Kedatangan delegasi ini ke Indonesia, khususnya ke Jakarta dalam rangka acara pertemuan tahunan dengan anggota, calon anggota dan simpatisan untuk menerangkan perkembangan AICLA. Selain itu, berbagi (sharing session) beberapa makalah yang relevan saat ini dengan pekerjaan loss adjuster, serta melantik beberapa anggota baru. Tahun ini Indonesia adalah yang terbesar dengan 38 Affiliate Member dan dua Associate Member dari 18 perusahaan.
Dalam kunjungan ke Jakarta, Darrell mengatakan bahwa AICLA mempunyai delapan divisi yaitu enam negara bagian di Australia, Selandia Baru, dan Internasional. Perkembangan jumlah anggota divisi internasional adalah tercepat dan terbesar dibanding tujuh divisi lainnya.
“Divisi internasional saat ini terdiri dari 355 anggota dari 26 negara dari kualifikasi terendah Provisional, Affiliate, Associate, hingga Fellow yang tertinggi. Enam besar di divisi ini berturut-turut adalah Indonesia, Malaysia, Singapura, Hong Kong, Thailand, dan Vietnam. Indonesia yang teratas dengan jumlah terbanyak sebesar 97 dengan pertumbuhan tercepat yang sebentar lagi akan menembus angka psikologis 100,” ujar Darrell.
CEO AICLA, Adrian Libke, mengungkapkan bahwa animo para adjuster di Asia untuk menempuh ujian kualifikasi ini sempat menurun pada saat pandemi Covid-19, tetapi saat ini mulai tumbuh kembali.
Sementara itu, Direktur & Kepala Divisi Internasional AICLA, Budi Maharesi, yang juga Ketua Umum APKAI periode 2011-2019, menambahkan bahwa penunjukkan dirinya di posisi ini untuk kedua kalinya perlu dipandang dari sisi nasional dan internasional sebagai upaya profesional adjuster Indonesia untuk berkiprah di ranah lebih luas. Dengan demikian, Indonesia dikenal bukan hanya dari sisi industri asuransi secara umum, namun juga di bidang spesialis seperti loss adjuster ini.
Kunjungan delegasi AICLA ke Jakarta diawali pertemuan dengan pengurus APKAI yang diwakili oleh Ketua I APKAI, Sahat Panggabean, Ketua II APKAI, Andri Dirgantara, dan Sekretaris Umum APKAI, Maria Widiasusanty.
Dalam pertemuan tersebut, Darrell memperkenalkan diri sebagai President of AICLA yang baru terpilih tahun lalu dan perkembangan tentang AICLA, khususnya divisi internasional yang kini direktur dan kepala divisinya dijabat oleh Budi Maharesi dari Indonesia. Darrell juga memberi selamat atas kantor baru APKAI dan LSP PKAI dengan segala fasilitas uji kompentensinya.
Dalam kesempatan itu, Ketua II APKAI bidang Profesi dan Diklat yang juga seorang Chartered Loss Adjuster dari AICLA, Andri Dirgantara, mengatakan bahwa APKAI mempunyai hubungan sangat baik dengan AICLA sejak awal 2000-an hingga kini. Para ketua APKAI selalu duduk menjadi Country Councilor (perwakilan negara) untuk Indonesia di AICLA yaitu Budi Maharesi, Johari Subianto, dan Suwadji dalam beberapa periode berbeda.
Andri Dirgantara memaparkan gambaran umum mengenai APKAI sebagai asosiasi perusahaan penilai kerugian asuransi, sekaligus untuk para profesional di bidang PKA di Indonesia.
Selaku ketua yang membidangi profesi dan pengembangan SDM, dia menerangkan bahwa di Indonesia APKAI mempunyai dua program kualifikasi yaitu ICAP (Indonesian Certified Adjusting Practitioner) berupa keahlian di bidang klaim dan pendalaman teknis untuk polis polis asuransi umum, seperti property, liability, engineering, keuangan, pengangkutan, perkapalan, dan sebagainya.
Program kedua adalah sertifikasi kompetensi PKA dari yang terendah yaitu Level 4 sebagai Surveyor/Asisten Adjuster, Level 5-Junior Adjuster, Level 6-Senior Adjuster/Direktur, dan level 7 untuk tenaga ahli. Andri menambahkan bahwa pihak APKAI yang mengadakan diklat sementara LSP hanya melakukan sertifikasi, dengan demikian prinsip independensi akan tetap terjaga.
Khusus dengan AICLA, APKAI telah mempunyai kesepakatan pengakuan dua dari lima mata ujian ICAP terhadap sembilan mata ujian untuk meraih Diploma of Loss Adjusting yang digunakan oleh AICLA sebagai basis pemberian gelar profesi Chartered Loss Adjuster.
Sementara itu, Direktur LSP PKAI, Rachmat Hery, yang juga seorang pensiunan adjuster berpengalaman lebih dari 25 tahun, menjelaskan kepada AICLA bahwa izin dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebenarnya sudah didapatkan sejak medio 2025. Selain itu, 22 Asesor bersertifikat nasional dari BNSP sudah siap bertugas.
Namun LSP harus menunggu beberapa persyaratan dan izin operasional dari OJK untuk akhirnya dapat beroperasi mulai Januari 2026, dengan menggunakan ruang uji kompetensi di salah satu kantor perusahaan anggota APKAI, yakni McLarens Indonesia.
“Setelah kantor LSP ini siap digunakan pada awal April 2026, maka seluruh kegiatan ujikom. Mulai pendaftaran, uji kompetensi, dan Pleno hasil ujikom, dapat dilakukan di kantor ini dengan menggunakan dua TUK (Tempat Uji Kompetensi) sehingga dapat berjalan secara baik sesuai dengan standar dari BNSP” ungkapnya.
Pertemuan dengan Ketua Umum DAI dan Ketua AAUI
Dalam kunjungannya ke Jakarta, President of AICLA, Darrell Stops yang didampingi AICLA-CEO, Adrian Libke dan AICLA Chairman International Division, Budi Maharesi, berkunjung ke Dewan Asuransi Indonesia (DAI) dan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI).
Saat bertemu Ketua Umum DAI, Yulius Bhayangkara, delegasi AICLA memperkenalkan President of AICLA, Darrell Stops, yang baru terpilih tahun lalu. Dijelaskan bahwa kunjungan ke Jakarta dilakukan dalam rangka lawatan ke negara-negara di divisi internasional yang terdapat anggota AICLA cukup banyak.
Sementara itu, Yulius menjelaskan peran dan fungsi DAI sebagai payung seluruh organisasi di industri asuransi di Indonesia dan peran masing masing asosiasi atau organisasi di bawah DAI. Yulius juga menjabarkan peta pengembangan sumber daya manusia di lingkungan industri perasuransian di Indonesia.
Usai berkunjung ke DAI, delegasi AICLA mengunjungi AAUI dan bertemu dengan Ketua AAUI, Budi Herawan. Darrell menyampaikan hal yang sama seperti dalam kunjungan ke DAI, yakni memperkenalkan diri sebagai President of AICLA.
Budi Herawan pada pertemuan tersebut mengajak AICLA untuk berpartisipasi dalam pengembangan SDM di asuransi umum, khususnya bidang klaim. Budi juga mengundang Darrell untuk berpartisipasi dalam Indonesia Rendezvous 2026 di Bali dengan opsi sebagai salah satu pembicara dalam konferensi asuransi umum terbesar di Indonesia dengan ribuan peserta dari dalam dan luar negeri.
Darrell menanggapi dengan positif undangan tersebut dan akan menyesuaikan hal ini dengan agenda kedinasannya di Australia dan Selandia Baru.
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

