1
1

Premi Asuransi China Tumbuh 6,2%, tapi Klaim Ikut Naik di Kuartal I/2026

Ilustrasi. | Foto: Freepik/jcomp

Media Asuransi, GLOBAL – Industri asuransi China mencatat pertumbuhan premi yang positif pada kuartal I/2026. Hal itu dapat tercapai di tengah meningkatnya pembayaran klaim dan manfaat kepada nasabah.

Melansir Insurance Asia, Kamis 16 Juli 2026, berdasarkan data otoritas pengawas, pendapatan premi bruto industri asuransi mencapai RMB2,3 triliun atau sekitar US$345 miliar hingga Maret 2026, naik 6,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, pembayaran klaim dan manfaat meningkat 7,5 persen secara tahunan menjadi RMB889,3 miliar atau sekitar US$133,4 miliar. Sementara itu, jumlah polis baru yang diterbitkan melonjak 29 persen menjadi 32,1 miliar polis.

Total aset perusahaan asuransi dan perusahaan manajemen aset asuransi mencapai RMB42,5 triliun atau sekitar US$6,4 triliun pada akhir Maret 2026, naik 2,8 persen dibandingkan dengan awal tahun.

|Baca juga: Bank Jago (ARTO) Buka Suara soal Rumor Merger dengan BFI Finance (BFIN)

|Baca juga: Direktur Asuransi Oona Insurance (ABDA) Mundur dari Jabatan, Ada Apa?

Aset perusahaan asuransi umum tumbuh 5,9 persen menjadi RMB3,3 triliun. Adapun aset perusahaan asuransi jiwa meningkat 2,6 persen menjadi RMB37,3 triliun. Sementara aset perusahaan manajemen aset asuransi naik 4,7 persen menjadi RMB152,4 miliar. Aset perusahaan reasuransi turun tipis 0,2 persen menjadi RMB859,1 miliar.

Dari sisi permodalan, industri asuransi China masih berada di atas batas minimum yang ditetapkan regulator. Hingga akhir Maret 2026, rasio solvabilitas komprehensif tercatat sebesar 181 persen dan rasio solvabilitas inti mencapai 131,9 persen, lebih tinggi dari ketentuan minimum masing-masing sebesar 100 persen dan 50 persen.

Berdasarkan lini bisnis, perusahaan asuransi umum membukukan rasio solvabilitas komprehensif 242,6 persen dan rasio solvabilitas inti 210,6 persen. Sementara perusahaan asuransi jiwa mencatat masing-masing 170,7 persen dan 118,1 persen, sedangkan perusahaan reasuransi sebesar 207,4 persen dan 179,8 persen.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Industri Asuransi Jiwa Jepang Melesat, Pendapatan Premi Tembus US$238 Miliar
Next Post Pasar Asuransi Korea Selatan Diramal Tembus US$290 Miliar di 2036

Member Login

or