1
1

China Dorong Warga Berobat Dekat Rumah, Dana Asuransi Dialihkan ke Klinik

Ilustrasi. | Foto: Freepik/jcomp

Media Asuransi, JAKARTA – China akan mengarahkan lebih banyak dana asuransi kesehatan ke klinik dan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Hal itu agar masyarakat bisa mendapatkan pengobatan lebih dekat dari rumah dengan biaya yang lebih ringan.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah China mengurangi beban rumah sakit besar yang selama ini menjadi tujuan utama masyarakat untuk berobat. Di sisi lain, fasilitas kesehatan di tingkat komunitas masih memiliki sumber daya dan obat-obatan yang lebih terbatas.

Melansir Asia Insurance Review, Selasa, 18 Agustus 2026, dalam pedoman baru yang diterbitkan National Healthcare Security Administration bersama dua lembaga pemerintah lainnya, tambahan dana asuransi kesehatan setiap tahun akan semakin banyak disalurkan ke fasilitas kesehatan primer dan rumah sakit komunitas.

Pemerintah juga menetapkan biaya pengobatan rawat jalan yang ditanggung program asuransi kesehatan bagi penduduk minimal 50 persen. Artinya, pasien setidaknya mendapat perlindungan separuh dari biaya layanan rawat jalan yang ditanggung program tersebut.

Kebijakan ini diharapkan membuat masyarakat tidak selalu harus pergi ke rumah sakit besar ketika mengalami penyakit yang umum atau membutuhkan perawatan rutin. Dengan berobat di fasilitas kesehatan primer, biaya yang harus dibayar dari kantong sendiri juga diharapkan lebih rendah.

Pasien dengan penyakit kronis mendapat kemudahan tambahan. Fasilitas kesehatan primer nantinya dapat memberikan resep obat untuk kebutuhan hingga 12 minggu bagi pasien yang kondisinya stabil. Dengan begitu, pasien bisa mendapatkan persediaan obat hingga tiga bulan hanya dalam satu kali kunjungan.

|Baca juga: Optimalisasi Perlindungan Kesehatan Komprehensif Jadi Kunci Hadapi Inflasi Medis

|Baca juga: Asuransi Tripa Catat Segmen Kredit dan Properti Jadi Penopang Bisnis hingga Semester I/2026

Peran fasilitas kesehatan primer di China sebenarnya sudah cukup besar. Hingga akhir 2025, negara tersebut memiliki sekitar 1,06 juta fasilitas kesehatan primer dan 5,25 juta tenaga kesehatan di tingkat masyarakat. Sepanjang tahun lalu, fasilitas tersebut mencatat 5,56 miliar kunjungan pasien atau 52,6 persen dari total kunjungan pasien.

Pemerintah juga akan membagi tugas pelayanan kesehatan dengan lebih jelas. Rumah sakit tingkat kabupaten akan difokuskan untuk menangani penyakit yang lebih berat dan kompleks. Sementara klinik komunitas bakal menangani penyakit umum dan kronis, rehabilitasi, serta perawatan.

Untuk mendukung layanan tersebut, pemerintah akan menggunakan program pengadaan obat secara terpusat agar obat-obatan untuk penyakit umum dan kronis lebih mudah tersedia di fasilitas kesehatan primer.

Teknologi juga akan digunakan dalam sistem pembayaran asuransi. Fasilitas kesehatan primer akan didukung untuk menggunakan teknologi pengenalan wajah dalam proses pembayaran dan penyelesaian klaim asuransi kesehatan.

Sebagai tahap awal, Pemerintah China akan menguji kebijakan tersebut di 15 wilayah percontohan. Hasil uji coba akan menjadi bahan untuk menentukan apakah skema tersebut dapat diterapkan secara lebih luas di seluruh negeri.

Dengan kebijakan ini, China tidak hanya berupaya memperluas penggunaan dana asuransi kesehatan, tetapi juga mengubah pola pelayanan kesehatan. Masyarakat diharapkan lebih banyak menggunakan klinik dan fasilitas kesehatan di sekitar tempat tinggal untuk penyakit yang tidak membutuhkan penanganan rumah sakit besar.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Asuransi Tripa Catat Segmen Kredit dan Properti Jadi Penopang Bisnis hingga Semester I/2026
Next Post Reasuransi Global Cetak Kinerja Kuat, ROE Tembus 16,3% di 2025

Member Login

or