1
1

Pasar Asuransi Korea Selatan Diramal Tembus US$290 Miliar di 2036

Ilustrasi. | Foto: Insurance Asia/Vlad Deep from Unsplash

Media Asuransi, GLOBAL – Nilai pasar asuransi Korea Selatan diperkirakan mencapai US$290,2 miliar pada 2036. Kondisi itu didorong pertumbuhan bisnis asuransi umum dan asuransi jiwa dalam satu dekade ke depan.

Mengutip Insurance Asia, Kamis, 16 Juli 2026, laporan Allianz Global Insurance Report 2026 mencatat total premi industri asuransi Korea Selatan pada 2025 mencapai sekitar US$175,6 miliar. Dari jumlah tersebut, premi asuransi umum menyumbang US$91 miliar, sedangkan premi asuransi jiwa mencapai US$84,6 miliar.

Premi asuransi setara dengan 9,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Korea Selatan, menjadikannya salah satu negara dengan tingkat penetrasi asuransi tertinggi di Asia. Penetrasi asuransi umum tercatat sebesar 5,1 persen dari PDB, sementara asuransi jiwa mencapai 4,7 persen.

Rata-rata pengeluaran masyarakat untuk asuransi pada 2025 mencapai sekitar US$3.398 per orang. Nilai tersebut terdiri dari US$1.761 untuk asuransi umum dan US$1.638 untuk asuransi jiwa.

|Baca juga: OJK Bunyikan Warning! Rasio Klaim Asuransi Kredit Nyaris Sentuh 100%

|Baca juga: Bank Jago (ARTO) Buka Suara soal Rumor Merger dengan BFI Finance (BFIN)

Allianz memperkirakan premi asuransi umum akan tumbuh rata-rata 4,9 persen per tahun sepanjang 2026 hingga 2036. Sementara itu, premi asuransi jiwa diproyeksikan meningkat rata-rata 4,4 persen per tahun.

Dengan pertumbuhan tersebut, premi asuransi umum diperkirakan mencapai US$154,6 miliar pada 2036, sedangkan premi asuransi jiwa diproyeksikan naik menjadi US$135,7 miliar. Secara keseluruhan, nilai pasar asuransi Korea Selatan diperkirakan menyentuh US$290,2 miliar.

Prospek tersebut menunjukkan percepatan pertumbuhan bisnis asuransi jiwa dibandingkan dengan satu dekade sebelumnya. Pada periode 2015–2025, premi asuransi jiwa hanya tumbuh rata-rata 0,8 persen per tahun, sedangkan premi asuransi umum meningkat 5,4 persen per tahun.

Permintaan asuransi di Korea Selatan diperkirakan tetap kuat seiring bertambahnya populasi lanjut usia, meningkatnya kebutuhan dana pensiun, serta tingginya penggunaan produk asuransi dan tabungan swasta sebagai pelengkap program pensiun pemerintah.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Premi Asuransi China Tumbuh 6,2%, tapi Klaim Ikut Naik di Kuartal I/2026
Next Post QBE Asia Tunjuk Tay Siang Leng sebagai CEO Interim Wholesale Markets Asia

Member Login

or