Media Asuransi, JAKARTA – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance mengungkapkan keterlibatannya dalam penyusunan kajian terkait rencana konsolidasi atau streamlining perusahaan asuransi di bawah ekosistem Danantara.
Keterlibatan tersebut menjadi salah satu perkembangan terbaru dalam agenda merger BUMN asuransi yang ditargetkan tuntas tahun ini. Dalam keterbukaan informasi BEI, Manajemen TUGU menyebut pada 19 Juni 2026 telah menjadi salah satu pihak yang dilibatkan dalam penyusunan kajian tersebut.
|Baca juga: Ada Wacana Iuran BPJS Bakal Naik, Asuransi Swasta Justru Kecipratan Berkah?
|Baca juga: KB Bank (BBKP) Buka Suara soal PHK Ratusan Karyawan dan Penutupan Puluhan Kantor Cabang
“PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk menjajaki dan pada 19 Juni 2026 menjadi salah satu pihak yang dilibatkan dalam penyusunan kajian terkait rencana konsolidasi (streamlining) asuransi di ekosistem Danantara,” ujar Corporate Secretary TUGU Dudi Subekti, dikutip Kamis, 25 Juni 2026.
Perseroan menambahkan penyusunan kajian tersebut berpotensi menimbulkan biaya tambahan. Meski demikian, perusahaan belum menyampaikan adanya dampak signifikan terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangannya.
“Terdapat potensi biaya untuk pelaksanaan penyusunan kajian tersebut,” ujar Dudi.
View this post on Instagram
Di sisi lain, agenda penggabungan perusahaan asuransi pelat merah terus dimatangkan. Pemerintah menargetkan pembahasan teknis merger dapat diselesaikan pada Juli 2026, sebelum proses integrasi antarentitas mulai dijalankan pada September 2026.
|Baca juga: Mirae Asset Sekuritas Sebut BI Punya Ruang untuk Lanjutkan Kenaikan Suku Bunga Acuan
|Baca juga: OJK Respons Catatan MSCI, Transparansi Pasar Modal Jadi Fokus Utama!
|Baca juga: Aktuaris Ingatkan Tekanan Inflasi Kesehatan, Klaim Asuransi Makin Terjepit di Tengah Pelemahan Rupiah
Untuk mengawal proses tersebut, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menggelar pertemuan dengan Direktur Utama IFG Hexana Tri Sasongko pada 17 Juni 2026.
Pertemuan itu membahas sejumlah aspek krusial, mulai dari penyelarasan model bisnis, penguatan tata kelola, hingga optimalisasi struktur permodalan dan pembentukan sinergi di antara perusahaan yang nantinya akan berada dalam satu entitas hasil merger.
Selain itu, berbagai langkah strategis untuk memastikan integrasi berjalan efektif dan mampu menciptakan nilai tambah berkelanjutan juga menjadi salah satu fokus utama dalam pembahasan tersebut.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

