Media Asuransi, JAKARTA – Siapa bilang asuransi hanya dibutuhkan oleh mereka yang sudah menikah atau memiliki keluarga? Faktanya, generasi milenial juga perlu mulai memikirkan perlindungan finansial sejak usia muda.
Generasi milenial dikenal sebagai kelompok yang tumbuh bersama perkembangan teknologi digital, mereka sangat akrab dengan internet, aktif menggunakan media sosial, serta gemar menjelajahi berbagai tempat dan pengalaman baru.
Di sisi lain, data Good News From Indonesia di 2020 menunjukkan bahwa milenial menjadi kelompok dengan minat belanja daring tertinggi. Dari sekitar 47 juta pengguna internet generasi milenial, sebanyak 7,8 juta orang atau sekitar 17 persen aktif berbelanja secara daring.
|Baca juga: Dari Beban Kerja hingga Lingkungan, Ini Penyebab Karyawan Memilih Resign
|Baca juga: Kenali Toxic Leadership: Ciri, Dampak, dan Penyebab Bos yang Merusak Tim!
Kebiasaan tersebut membuat gaya hidup konsumtif semakin sulit dihindari. Jika tidak diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang baik, pengeluaran untuk kebutuhan konsumsi dapat mengurangi kesempatan untuk menabung, berinvestasi, maupun memiliki perlindungan finansial melalui asuransi.
Melansir laman Prudential, Minggu, 9 Agustus 2026, berikut alasan mengapa asuransi menjadi kebutuhan penting bagi generasi milenial:
1. Premi lebih terjangkau
Membeli asuransi sejak usia muda umumnya memberikan keuntungan berupa premi yang lebih ringan. Hal ini karena kondisi kesehatan pada usia produktif, seperti 20 tahun hingga 30 tahun, biasanya masih relatif baik sehingga tingkat risiko yang dinilai perusahaan asuransi lebih rendah.
Sebaliknya, jika baru membeli asuransi saat memasuki usia 40 tahun hingga 50 tahun, premi yang dikenakan cenderung lebih tinggi karena risiko kesehatan juga meningkat seiring bertambahnya usia.
2. Memberikan perlindungan finansial
Asuransi berfungsi sebagai perlindungan ketika terjadi risiko yang tidak terduga di masa depan. Bentuk perlindungannya disesuaikan dengan jenis produk yang dipilih. Misalnya, asuransi kesehatan membantu menanggung biaya perawatan medis, sedangkan asuransi jiwa memberikan manfaat kepada ahli waris apabila tertanggung meninggal dunia. Dengan memiliki asuransi sejak dini, dampak finansial akibat berbagai risiko dapat diminimalkan.
3. Peluang pengajuan lebih besar
Mengajukan asuransi ketika masih berusia muda juga meningkatkan peluang persetujuan dari perusahaan asuransi. Pada usia tersebut, calon nasabah umumnya masih berada dalam kondisi sehat dan belum memiliki penyakit penyerta.
|Baca juga: 10 Tanda Bos Toxic yang Bikin Karyawan Kehilangan Semangat Kerja
|Baca juga: 3 Ciri Pemimpin yang Jadi Penghambat, Bukan Pendorong Kemajuan
Sebaliknya, pengajuan pada usia yang lebih matang biasanya akan melalui proses seleksi kesehatan yang lebih ketat karena risiko munculnya berbagai penyakit juga semakin tinggi.
4. Membantu mengelola keuangan
Memiliki asuransi juga dapat menjadi cara untuk membangun kebiasaan mengatur keuangan secara lebih disiplin. Daripada menghabiskan anggaran untuk kebutuhan konsumtif, seperti membeli minuman atau mengikuti tren sesaat, sebagian dana bisa dialokasikan untuk membayar premi secara rutin.
Dengan langkah tersebut, pengeluaran tidak hanya digunakan untuk memenuhi gaya hidup, tetapi juga menjadi investasi perlindungan yang dapat memberikan manfaat ketika menghadapi risiko di masa mendatang.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
