1
1

Semua Indikator Pariwisata Catatkan Pertumbuhan Positif

Kunjungan wisatawan di Bali (dok: Kemenpar)

Media Asuransi, JAKARTA – Sepanjang Semester I/2026, Sektor Pariwisata Indonesia  mencatatkan pertumbuhan positif, mulai dari kunjungan wisatawan mancanegara, perjalanan wisatawan nusantara, realisasi investasi, hingga tingkat okupansi hotel.

|Baca juga: Pariwisata Perkuat Daya Saing di Tingkat Global

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari strategi yang dijalankan secara adaptif melalui penyesuaian pasar (market pivot), penguatan promosi di negara-negara dengan potensi pertumbuhan tinggi, peningkatan pergerakan wisatawan nusantara, serta pengembangan produk dan destinasi yang semakin berkualitas.

“Capaiannya tidak terjadi dengan sendirinya. Pemerintah terus menjalankan strategi yang adaptif, termasuk melakukan pivot atau penyesuaian pasar, memperkuat promosi ke negara-negara yang masih memiliki potensi pertumbuhan, menjaga pergerakan wisatawan di dalam negeri, serta mengembangkan produk dan destinasi yang semakin berkualitas,” kata Menpar Widiyanti.

Capaian tersebut mempertegas peran pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperluas peluang usaha, dan mendorong pembangunan di berbagai daerah.

|Baca juga: Pariwisata Indonesia Masih Tumbuh di Tengah Dinamika Global

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 7,45 juta kunjungan atau tumbuh 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah tersebut, kunjungan wisatawan dari kawasan Asia lainnya meningkat hampir 10 persen, Asia Tenggara tumbuh 8,22 persen, sedangkan pasar Oseania naik 6,60 persen.

Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi kedua di kawasan Asia Tenggara. Hasil ini sekaligus menunjukkan strategi diversifikasi pasar yang dijalankan Kementerian Pariwisata bersama berbagai pemangku kepentingan berjalan secara efektif.

Tidak hanya dari sisi jumlah kunjungan, kualitas aktivitas wisata juga terus meningkat. Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan naik 6,36 persen menjadi sekitar 1.313 dolar AS.

|Baca juga: Transnusa dan TAT Berkolaborasi Dorong Kunjungan Wisatawan Indonesia ke Thailand

“Keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga dari besarnya manfaat ekonomi yang mereka tinggalkan bagi masyarakat, pelaku usaha, dan daerah,” katanya.

Pertumbuhan sektor pariwisata juga ditopang oleh tingginya mobilitas wisatawan nusantara yang mencapai 630,41 juta perjalanan atau meningkat 2,71 persen dibandingkan Semester I 2025. Pada saat yang sama, jumlah perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri tercatat 4,46 juta perjalanan atau turun 2,40 persen sehingga Indonesia membukukan surplus kunjungan sebesar 2,99 juta.

Di sisi investasi, sektor pariwisata mencatatkan realisasi sebesar Rp39,68 triliun atau meningkat 16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Investasi tersebut terdiri atas penanaman modal asing sebesar Rp12,19 triliun dan penanaman modal dalam negeri sebesar Rp27,48 triliun, yang masing-masing tumbuh 37 persen dan 9,39 persen.

Editor: Irdiya Setiawan

 

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Bank Jakarta Perkuat Dukungan untuk Persija Lewat Kolaborasi United for Jakarta
Next Post Gunung Dago, Destinasi Wisata Murah Meriah Bisa Dijangkau dengan KRL Commuter Line

Member Login

or