1
1

OJK Respons Catatan MSCI, Transparansi Pasar Modal Jadi Fokus Utama!

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi. | Foto: OJK

Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat langkah reformasi pasar modal setelah MSCI Global Market Accessibility Review 2026 menyoroti aspek information flow atau arus informasi pasar Indonesia yang masih memerlukan perbaikan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan hasil kajian MSCI yang diumumkan pada Jumat, 19 Juni 2026 menunjukkan mayoritas aspek aksesibilitas pasar Indonesia masih terjaga.

|Baca juga: OJK Ungkap Masih Ada 7 Perusahaan Asuransi Belum Punya Aktuaris

|Baca juga: Mirae Asset Sekuritas Sebut BI Punya Ruang untuk Lanjutkan Kenaikan Suku Bunga Acuan

Dari 18 kriteria yang dinilai, hanya aspek information flow pada segmen market infrastructure yang mengalami perubahan, sementara dua aspek masih mendapat penilaian negatif.

“Terkait aspek information flow, Kami memandang masukan tersebut sebagai bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan sejalan dengan agenda reformasi pasar modal yang saat ini sedang dijalankan bersama oleh OJK, Bursa Efek Indonesia, KSEI, KPEI, serta seluruh pelaku industri,” kata Hasan, dalam keterangannya, Jumat, 19 Juni 2026.

Hasan menjelaskan dari lima segmen market accessibility yang terdiri atas 18 kriteria, sebanyak 10 kriteria memperoleh nilai ‘++’ atau sesuai dengan praktik terbaik global dan tidak memiliki isu.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Sementara enam kriteria mendapat nilai ‘+’, sedangkan information flow dan foreign exchange market liberalization level masih mendapat penilaian negatif yang menunjukkan perlunya perbaikan.

|Baca juga: OJK: AI Hanya Alat Bantu, Tanggung Jawab Aktuaris Tetap Melekat pada Manusia

|Baca juga: OJK Minta Aktuaris Adaptif dengan AI di Tengah Perubahan Industri

Menurutnya, MSCI juga mengakui sejumlah pembenahan yang telah dilakukan Indonesia. Meski demikian, aspek foreign exchange market liberalization level masih dinilai memerlukan peningkatan sehingga OJK terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan otoritas terkait.

“Pada saat yang sama, kami juga mencatat adanya pengakuan MSCI atas sejumlah perbaikan yang telah dilakukan Indonesia, termasuk berkurangnya beberapa catatan mengenai foreign exchange market liberalization level, namun hasil asesmennya masih sama dengan output tahun lalu yaitu butuh improvement,” ujarnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, OJK bersama para pemangku kepentingan telah melakukan berbagai reformasi untuk memperkuat kualitas dan integritas pasar modal.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Langkah tersebut meliputi peningkatan kualitas data kepemilikan saham, penguatan keterbukaan informasi, pengembangan kerangka pelaporan beneficial ownership, hingga peningkatan kapasitas surveillance dan pengawasan perdagangan.

Hasan mengatakan berbagai reformasi yang telah dilakukan telah mendapat pengakuan dari pelaku pasar dan penyedia indeks global seperti MSCI dan FTSE. Bahkan, sejumlah perbaikan tersebut mulai digunakan sebagai variabel dalam penentuan konstituen indeks maupun kebijakan portofolio investasi.

|Baca juga: Volatilitas Masih Tinggi di Paruh Kedua 2026, DBS: Peluang Strategis Tetap Terbuka bagi Investor Jangka Panjang

|Baca juga: Bank DBS Indonesia Komitmen Hadirkan Insights Tajam untuk Investasi Personal

“Berdasarkan feedback dari para pelaku pasar dan global index provider seperti MSCI dan FTSE, berbagai reformasi yang telah dilakukan saat ini telah memperoleh acknowledgement, dan sudah digunakan sebagai variable dalam menentukan konstituen index atau kebijakan portofolio investasi,” katanya.

Dia menegaskan OJK akan terus memperkuat komunikasi dengan MSCI, FTSE Russell, dan investor internasional agar reformasi yang telah dilakukan dapat dipahami secara komprehensif oleh komunitas investasi global.

|Baca juga: Bank DBS Indonesia Genjot Bisnis Wealth Management, NPAT Melonjak 289% hingga Mei 2026

|Baca juga: Berikut Daftar Lengkap Calon Anggota Direksi BEI Masa Jabatan 2026-2030

“Kami memandang masukan MSCI sebagai bagian dari proses perbaikan yang konstruktif. Dengan konsistensi reformasi yang sedang berjalan, kami optimistis kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia akan terus menguat ke depan,” tutup Hasan.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Mirae Asset Sekuritas Sebut BI Punya Ruang untuk Lanjutkan Kenaikan Suku Bunga Acuan
Next Post IHSG Melorot ke 6.127 di Sesi I 

Member Login

or