Media Asuransi, JAKARTA – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau Tugu Insurance (TUGU) memperkirakan prospek bisnis asuransi energi di Indonesia pada 2026 akan tetap menunjukkan kinerja positif, seiring meningkatnya aktivitas sektor migas. Perseroan akan memperkuat dukungan bagi sektor energi dengan menyiapkan pelindungan asuransi khususnya untuk energi offshore.
Peningkatan aktivitas sektor migas, diyakini akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan premi industri asuransi umum nasional, khususnya pada lini asuransi energi offshore. Meningkatnya kebutuhan perlindungan pada sektor energi offshore terlihat dari berkembangnya berbagai proyek strategis.
Isu pelindungan aset menjadi semakin relevan di tengah dinamika industri asuransi umum. Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menunjukkan bahwa premi asuransi energi offshore tercatat sebesar Rp932 miliar pada semester I/2026, naik 2,9 persen secara tahunan (year on year/yoy). Di tengah prospek positif tersebut, Tugu Insurance menjadi salah satu perusahaan yang optimistis terhadap cerahnya bisnis asuransi energi offshore.
Corporate Secretary Tugu Insurance, Dudi Subekti, menyampaikan bahwa peningkatan aktivitas hulu migas akan berdampak langsung terhadap meningkatnya kebutuhan perlindungan asuransi. “Sektor hulu migas memiliki karakteristik investasi bernilai besar dengan proses operasional yang kompleks serta risiko keselamatan dan lingkungan yang tinggi. Oleh karena itu, pelindungan asuransi menjadi bagian penting dalam mitigasi risiko industri tersebut, mulai dari potensi kecelakaan kerja, kerusakan peralatan, hingga risiko dampak lingkungan,” katanya dalam keterangan resmi.
Sejalan dengan data AAUI semester I/2026 dan dengan meningkatnya kebutuhan pelindungan aset, pada lini bisnis asuransi energi offshore Tugu Insurance hingga Juni 2026 mencatatkan pertumbuhan premi bruto sebesar 75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan peningkatan ini melebihi pertumbuhan industri.
Sebagai anak usaha dari PT Pertamina (Persero), Tugu Insurance menilai sektor energi masih akan menjadi motor utama pertumbuhan bisnis perseroan. Pengalaman panjang dalam menangani risiko-risiko besar di sektor migas, marine hull, hingga aviation turut memperkuat posisi Perseroan dalam ekosistem energi nasional.
“Kami memiliki rekam jejak yang kuat di lini bisnis ini, serta fokus pada pengelolaan risiko komersial, kebakaran, dan industri energi. Hal tersebut menjadi keunggulan kami dalam mendukung kebutuhan proteksi sektor energi nasional,” ujar Dudi.
Selaras dengan kinerja asuransi energi offshore, Tugu Insurance juga menunjukkan kinerja positif sepanjang semester I/2026 (konsolidasi). Perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar Rp480,29 miliar, tumbuh 76,87 persen dibandingkan Rp271,55 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan penerapan PSAK 117, Tugu Insurance membukukan Pendapatan Jasa Asuransi sebesar Rp4,45 triliun pada semester I/2026. Angka tersebut meningkat 16,31 persen dibandingkan Rp3,83 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hasil Jasa Asuransi tercatat sebesar Rp602,95 miliar, meningkat 85,56 persen dibandingkan Rp324,94 miliar pada semester I/2025. Perolehan tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kami berkomitmen untuk menjaga kesinambungan bisnis, memenuhi tanggung jawab kepada para pemangku kepentingan, serta mendorong terciptanya nilai jangka panjang melalui pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan” tutur Dudi.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

