1
1

BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75% di Tengah Tekanan Global

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. | Foto: Media Asuransi/Muh Fajrul Falah

Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode April 2026.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bagian dari strategi bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global, terutama akibat konflik geopolitik di Timur Tengah dan gejolak pasar keuangan internasional.

|Baca juga: BTPN Syariah (BTPS) Tebar Dividen Tunai Tahun Buku 2025, Simak Jadwal Lengkapnya!

|Baca juga: Harga Premi Asuransi Energi Terus Turun di Tengah Risiko Global yang Makin Parah, Kok Bisa?

“Bank Indonesia siap menempuh penguatan lebih lanjut kebijakan moneter yang diperlukan untuk tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah, serta menjaga inflasi 2026-2027 dalam sasaran 2,5 plus minus satu persen,” jelas Perry, dalam RDG BI, Rabu, 22 April 2026.

Selain menahan BI Rate, BI juga mempertahankan suku bunga deposit facility di level 3,75 persen dan lending facility sebesar 5,50 persen. Dengan demikian, seluruh koridor suku bunga kebijakan tidak mengalami perubahan dalam RDG April 2026.

|Baca juga: Tumbuh 17,4%, Bank Mandiri (BMRI) Salurkan Kredit Rp1.530 Triliun di Kuartal I/2026

|Baca juga: Begini Respons Mirae Asset Sekuritas Indonesia terkait Pengumuman MSCI

Perry mengakui ruang penurunan suku bunga ke depan akan semakin terbatas seiring meningkatnya tekanan eksternal. Oleh karena itu, BI akan mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter guna memperkuat ketahanan eksternal dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

Ke depan, BI juga akan memperkuat kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, antara lain melalui peningkatan pembiayaan kredit ke sektor-sektor strategis dengan tetap menjaga stabilitas.

“Kebijakan sistem pembayaran terus diarahkan untuk turut menopang kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur,” pungkas Perry.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Inilah Peraih CEO Award 2026 Media Asuransi

Member Login

or