Media Asuransi, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut perekonomian Indonesia tetap menunjukkan kinerja yang solid di tengah tekanan dan ketidakpastian ekonomi global. Pada kuartal I/2026, ekonomi nasional tercatat tumbuh 5,61 persen.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sejumlah indikator makroekonomi yang masih terjaga. Inflasi berada dalam kondisi terkendali, sementara aktivitas ekonomi domestik terus menunjukkan ekspansi.
|Baca juga: Harga BBM Naik Gila-gilaan, Asuransi Kendaraan Bakal Kena Getah?
|Baca juga: Soal Kredit Program Pemerintah, OJK Bilang Keputusan Penyaluran Tetap di Tangan Bank
“Pada triwulan pertama 2026, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh tinggi mencapai 5,61 persen,” ujar Purbaya, dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin, 15 Juni 2026.
Selain pertumbuhan ekonomi yang kuat, Indonesia juga mencatat surplus neraca perdagangan selama 72 bulan berturut-turut. Cadangan devisa nasional pun dinilai masih memadai untuk memenuhi kebutuhan impor selama sekitar enam bulan.
Kondisi tersebut menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia tetap terjaga meski perekonomian global masih dibayangi berbagai risiko, termasuk perlambatan pertumbuhan dan ketegangan geopolitik.
“Inflasi terkendali, neraca perdagangan yang mengalami surplus hingga 72 bulan, dan cadangan devisa yang memadai untuk sekitar enam bulan impor,” kata Purbaya.
View this post on Instagram
Di sektor keuangan, pertumbuhan kredit dan jumlah uang beredar tercatat tumbuh dua digit. Kinerja tersebut didorong oleh meningkatnya penyaluran kredit investasi dan terjaganya likuiditas perekonomian.
Sementara itu, sektor manufaktur juga masih berada dalam fase ekspansif. Kondisi tersebut menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional pada awal tahun. Menurut Purbaya, capaian Indonesia relatif lebih baik dari sejumlah negara anggota G20 maupun negara lain yang tengah menghadapi perlambatan ekonomi.
|Baca juga: OJK Beberkan Biang Kerok ROI Dana Pensiun Tergerus di Awal 2026
|Baca juga: Ekonom DBS Bongkar Alasan BI Bikin Kejutan Naikkan Suku Bunga di Luar Jadwal
“Kinerja ekonomi Indonesia juga pada posisi yang lebih baik dalam perspektif global jika dibandingkan dengan negara G20 dan beberapa negara lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan fundamental ekonomi domestik yang kuat menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi dinamika ekonomi pada 2027. “Kuatnya fundamental ekonomi domestik dan didukung kebijakan yang semakin solid menjadi landasan yang kokoh untuk menyongsong dinamika 2027,” tutup Purbaya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

