1
1

Pemerintah Andalkan APBN Jadi Peredam Gejolak Ekonomi Global

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. | Foto: Kemenkeu

Media Asuransi, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah terus mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Menurut dia, berbagai risiko eksternal masih membayangi perekonomian dunia. Karena itu, pemerintah perlu memastikan kebijakan fiskal tetap responsif untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

|Baca juga: Dari MBG hingga Kopdes Merah Putih, Menkeu Siapkan Pagu Anggaran 2027 Tembus Rp49,8 Triliun

|Baca juga: Purbaya Catat Pendapatan Negara Melesat 19,1% Jadi Rp1.185 Triliun per Mei 2026

“Di tengah gejolak global yang masih sangat dinamis, Kementerian Keuangan berperan strategis dalam memitigasi ketidakpastian dengan mengoptimalkan APBN sebagai shock absorber dan agent of development,” ujar Purbaya, dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin, 15 Juni 2026.

Pemerintah juga memanfaatkan APBN untuk melindungi daya beli masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi domestik. Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan meski tekanan global belum mereda.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Selain menjaga stabilitas, kebijakan fiskal diarahkan untuk mendukung berbagai program pembangunan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. “Hal ini ditempuh melalui berbagai kebijakan untuk melindungi daya beli, menjaga stabilitas, dan memelihara momentum pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Purbaya menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih ditopang oleh fundamental yang kuat. Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, inflasi yang terkendali, serta kinerja sektor eksternal yang masih positif.

Kondisi tersebut menjadi modal bagi pemerintah untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi pada tahun-tahun mendatang. Di saat yang sama, pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal agar keberlanjutan APBN tetap terjaga.

|Baca juga: AAJI: Integrasi Teknologi dan Sentuhan Manusia Jadi Masa Depan Industri Asuransi Jiwa

|Baca juga: Laba Melejit 106%, Antam (ANTM) Guyur Dividen Rp5,04 Triliun

Menurut dia, kombinasi antara fundamental ekonomi yang kuat dan kebijakan pemerintah yang konsisten menjadi faktor penting dalam menjaga optimisme terhadap prospek ekonomi nasional.

Ia menambahkan pemerintah akan terus mencermati perkembangan ekonomi global guna mengantisipasi berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi perekonomian dalam negeri. “Kuatnya fundamental ekonomi domestik dan didukung kebijakan yang semakin solid menjadi landasan kokoh untuk menyongsong dinamika 2027,” tutup Purbaya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Indonesia Insurance Summit 2026 Kembali Digelar di Yogyakarta-Menghadapi Ketidakpastian Global, Industri Asuransi Perkuat Resiliensi, Kepercayaan, dan Inovasi
Next Post Purbaya Pamer Nilai Kepuasan Layanan Kemenkeu Tembus 4,7 dari Skala 5

Member Login

or