1
1

AAJI: Integrasi Teknologi dan Sentuhan Manusia Jadi Masa Depan Industri Asuransi Jiwa

Kepala Departemen Marketing Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Karin Zulkarnaen. | Foto: AAJI

Media Asuransi, JAKARTA – Kepala Departemen Marketing Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Karin Zulkarnaen mengatakan perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses berbagai layanan keuangan, termasuk asuransi.

Ia menambahkan konsumen kini semakin terbiasa mencari informasi secara mandiri, membandingkan produk melalui platform digital, hingga mengharapkan layanan yang cepat, mudah, dan transparan.

|Baca juga: Ekonom DBS Bongkar Alasan BI Bikin Kejutan Naikkan Suku Bunga di Luar Jadwal

|Baca juga: Harga BBM Naik Gila-gilaan, Asuransi Kendaraan Bakal Kena Getah?

“Perubahan perilaku tersebut mendorong industri asuransi untuk terus beradaptasi agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Karin, dikutip dari AAJI, Senin, 15 Juni 2026.

Di tengah pesatnya adopsi teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), lanjutnya, muncul anggapan digitalisasi akan mengurangi peran manusia dalam proses penjualan dan pelayanan asuransi.

|Baca juga: BPI Danantara Diusulkan untuk Dilibatkan Bahas Asumsi Makro Negara

|Baca juga: OJK Beberkan Biang Kerok ROI Dana Pensiun Tergerus di Awal 2026

“Namun, bagi industri asuransi jiwa, teknologi dan sentuhan manusia justru menjadi dua elemen yang saling melengkapi dalam menciptakan pengalaman nasabah yang lebih baik,” ucapnya, saat menjadi narasumber dalam Executive Industry Roundtable bertajuk ‘Optimizing Insurance Selling with Technology‘.

Menurutnya, masa depan industri asuransi bukan ditentukan oleh pilihan antara teknologi atau manusia, melainkan kemampuan mengintegrasikan keduanya secara optimal. Dalam konteks tersebut, teknologi menjadi faktor penting untuk meningkatkan efektivitas distribusi dan memperluas jangkauan perlindungan.

“Pemanfaatan AI memungkinkan perusahaan memahami kebutuhan nasabah secara lebih mendalam serta menghadirkan rekomendasi produk yang lebih relevan dan personal,” tukasnya.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Di sisi lain, kehadiran platform digital membantu menyederhanakan berbagai proses administrasi, mulai dari penyusunan ilustrasi produk, pengajuan polis, hingga pemantauan proses layanan dalam satu aplikasi.

“Digitalisasi onboarding juga membuat proses pengajuan polis menjadi lebih cepat, paperless, dan meminimalkan potensi human error,” kata Karin.

Meski demikian, Karin menambahkan, teknologi tidak dapat menggantikan seluruh aspek dalam hubungan antara perusahaan asuransi dan nasabah. Keputusan untuk memiliki perlindungan jiwa sering kali berkaitan dengan kebutuhan jangka panjang, kondisi keluarga, dan perencanaan keuangan yang memerlukan pemahaman mendalam.

|Baca juga: Bank Mestika (BBMD) Bidik Naik Kelas ke KBMI 2 Sebelum 2028

|Baca juga: Laba bersih GMFI Melonjak 78,28% dan Pendapatan Tumbuh 20,53% di Kuartal/2026

“Dalam proses tersebut, peran tenaga pemasar tetap menjadi bagian penting untuk memberikan edukasi, konsultasi, dan membangun kepercayaan. AAJI memandang transformasi digital tidak hanya sebatas adopsi teknologi, tetapi juga kesiapan ekosistem industri secara menyeluruh,” ucapnya.

Untuk itu, AAJI terus mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui AAJI Industry University yang menyediakan program literasi dan pengembangan kompetensi digital bagi pelaku industri, serta melalui LSP AAJI yang menyelenggarakan sertifikasi profesi bagi tenaga pemasar.

|Baca juga: Purbaya Ramal Rupiah di Level Rp16.800-Rp17.500 per Dolar AS di 2027

|Baca juga: KB Bank (BBKP) Dukung Ekspansi MGM Bosco Logistics untuk Perkuat Ekosistem Rantai Dingin Nasional

Selain itu, AAJI juga mendorong kolaborasi dan integrasi digital antarpelaku industri guna menciptakan transformasi yang sehat dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat AAJI 2026 untuk terus Menjaga Kepercayaan, Mengukir Makna.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Rupiah Lagi Loyo, OJK Wanti-wanti Debitur Valas Bisa Kena Tekanan
Next Post APARI Gelar Seminar International

Member Login

or