1
1

Purbaya Catat Pendapatan Negara Melesat 19,1% Jadi Rp1.185 Triliun per Mei 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. | Foto: Kemenkeu

Media Asuransi, JAKARTA – Pendapatan negara hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp1.185,0 triliun atau sekitar 37,6 persen dari target APBN tahun ini sebesar Rp3.153,6 triliun. Realisasi tersebut tumbuh 19,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan peningkatan penerimaan negara didukung oleh sejumlah langkah perbaikan yang dilakukan pemerintah, termasuk reformasi sistem perpajakan dan kepabeanan.

|Baca juga: Dari MBG hingga Kopdes Merah Putih, Menkeu Siapkan Pagu Anggaran 2027 Tembus Rp49,8 Triliun

“Ini dicapai antara lain melalui reformasi sistem pajak dan bea cukai serta penindakan tegas penunggak pajak dan penyelundupan,” ujar Purbaya, dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin, 15 Juni 2026.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas ekonomi yang berpotensi mengurangi penerimaan negara. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga optimalisasi pendapatan sekaligus menciptakan sistem yang lebih adil bagi pelaku usaha yang patuh.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Kinerja penerimaan tersebut turut menopang kondisi fiskal nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Hingga akhir Mei 2026, pemerintah mencatat defisit anggaran tetap berada dalam kondisi terkendali.

|Baca juga: AAJI: Integrasi Teknologi dan Sentuhan Manusia Jadi Masa Depan Industri Asuransi Jiwa

|Baca juga: Laba Melejit 106%, Antam (ANTM) Guyur Dividen Rp5,04 Triliun

Menurut Purbaya, capaian tersebut menunjukkan stabilitas ekonomi dan kesinambungan fiskal Indonesia masih terjaga dengan baik. Selain mengandalkan penerimaan negara, pemerintah juga menjaga kualitas belanja dan pengelolaan pembiayaan agar APBN tetap mampu mendukung pertumbuhan ekonomi.

Purbaya mengatakan Kementerian Keuangan terus menjalankan berbagai langkah strategis untuk mendorong optimalisasi pendapatan negara, belanja yang lebih berkualitas, serta pembiayaan yang inovatif.

|Baca juga: Bukit Asam (PTBA) Tebar Dividen Rp1,32 Triliun di Tengah Tantangan Industri Batu Bara

|Baca juga: Asuransi Bintang Bagi Dividen Rp5,7 per Saham, Catat Tanggal Pembayarannya!

“Kementerian Keuangan terus menjaga kinerja fiskal untuk mendorong ekonomi tumbuh lebih tinggi melalui berbagai langkah strategis dalam rangka pencapaian optimalisasi pendapatan, belanja berkualitas, dan pembiayaan inovatif,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Saham BUMN Pimpin Penguatan IHSG, Dony Oskaria: Posisi BUMN Kian Kuat
Next Post Meningkatkan Penetrasi Asuransi Indonesia: Agenda Bersama Broker dan Underwriter

Member Login

or