1
1

Prabowo Bidik Ekonomi RI Tumbuh 6% di 2026, tapi Ada Syaratnya!

Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD. | Foto: TV Parlemen

Media Asuransi, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto optimistis perekonomian Indonesia mampu mencatat pertumbuhan hingga enam persen pada akhir 2026. Keyakinan tersebut didasarkan pada sejumlah capaian ekonomi yang telah dibukukan sepanjang semester I/2026.

“Dengan kebijakan tepat dan rasional yang menggunakan akal sehat, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka enam persen,” kata Prabowo, dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Meski demikian, Prabowo menilai, tingginya pertumbuhan ekonomi maupun peningkatan investasi tidak boleh dijadikan sebagai ukuran keberhasilan utama pemerintah. Menurut dia, seluruh kebijakan ekonomi pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

|Baca juga: Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan dan Sehat Wajib Didukung Tata Kelola Risiko yang Kuat

|Baca juga: AdaKami Perkuat Transparansi Pinjaman Lewat Kampanye Buka-Bukaan

“Tetapi saya tegaskan di hadapan majelis ini, bagi saya, pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir, tujuan kita adalah kesejahterahan rakyat kita,” tegas Prabowo.

Dia mengingatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan kehilangan maknanya apabila manfaatnya tidak dirasakan secara luas, khususnya oleh masyarakat kelas menengah ke bawah. Karena itu, investasi yang masuk harus memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas hidup.

“Pertumbuhan tinggi, tapi tidak bisa dinikmati rakyat kita kebanyakan, itu tidak bermanfaat bagi kita, karena setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan, harus menghasilkan perbaikan kualitas hidup rakyat kita, terutama rakyat paling Bawah,” terang Prabowo.

Prabowo menegaskan pemerintah akan mengarahkan pertumbuhan ekonomi agar tidak meninggalkan kelompok masyarakat yang masih rentan. Pemerintah, lanjutnya, harus memastikan tidak ada masyarakat yang kehilangan akses terhadap kehidupan yang layak di tengah pertumbuhan ekonomi nasional.

“Itulah orientasi pemerintah yang saya pimpin, kita tidak boleh meninggalkan masyarakat yang tidak berdaya, tidak boleh ada lagi kelaparan di Indonesia,” pungkas Prabowo.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Sektor Perbankan dan Asuransi India Makin Gencar Gelontorkan Dana untuk Pengembangan Teknologi
Next Post Masyarakat Tingkat Desil 9 dan 10 Berpeluang Tidak Bisa Beli Pertalite

Member Login

or