Media Asuransi, JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, KCIC, BSI, dan BSI Maslahat mengajak 70 anak dari berbagai sekolah untuk mengikuti kegiatan edukasi peduli lingkungan melalui Whoosh di Stasiun Halim, Jakarta.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan bahwa Hari Anak Nasional menjadi momentum yang tepat untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda melalui pengalaman yang menyenangkan dan mudah dipahami.
|Baca juga: KCIC Luncurkan Whoosh Prepaid Voucher, Solusi Perjalanan Fleksibel
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak anak-anak mengenal bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, termasuk memilih transportasi publik yang lebih ramah lingkungan. Semakin dini nilai tersebut diperkenalkan, semakin besar peluang untuk membentuk kebiasaan yang peduli terhadap keberlanjutan di masa depan,” ujar Eva, dalam keterangannya, Jumat, 24 Juli 2026.
Pada kegiatan ini, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai upaya KCIC dalam menghadirkan transportasi yang lebih ramah lingkungan. Berdasarkan kajian Pusat Pengujian, Pengukuran, Pelatihan, Observasi, dan Layanan Rekayasa (POLAR) Fakultas Teknik Universitas Indonesia, emisi karbon Whoosh mencapai 6,9 gram CO₂ per penumpang-kilometer, atau 54 persen lebih rendah dibandingkan dengan kendaraan pribadi. Selain itu, satu rangkaian Whoosh mampu mengangkut hingga 601 penumpang atau setara dengan sekitar 150 mobil pribadi, sehingga berkontribusi dalam mengurangi emisi sekaligus mendukung mobilitas massal yang lebih efisien.
|Baca juga: KCIC Terus Tingkatkan Layanan Digital
Komitmen KCIC terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui fasilitas water station yang tersedia di berbagai stasiun Whoosh. Penumpang dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan membawa botol minum pribadi guna mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Selain itu, seluruh stasiun Whoosh juga dilengkapi dengan Sewage Treatment Plant (STP) yang mengolah limbah cair dari toilet dan tenant sehingga dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan nonkonsumsi, seperti penyiraman tanaman.
Anak-anak juga diperkenalkan pada gagasan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, termasuk memanfaatkan layanan digital. KCIC saat ini telah menerapkan digitalisasi layanan, di mana sekitar 80 persen tiket Whoosh dibeli melalui kanal digital sehingga turut mengurangi penggunaan kertas.
“Kami berharap anak-anak tidak hanya menikmati pengalaman menaiki Whoosh, tetapi juga membawa pulang pemahaman bahwa setiap kebiasaan sederhana, mulai dari menjaga kebersihan hingga memilih transportasi publik, dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan. Semoga nilai-nilai tersebut terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Eva.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
