1
1

Easycash Dorong Generasi Muda Lebih Bijak Atur Keuangan

Head Corporate Affairs Easycash Wildan Kesuma sedang memberikan penjelasan mengenai Modul Bijak Keuangan (MOJANG) dan ChatPindar dalam kegiatan diskusi bersama media bertajuk “Jadi Lebih Bijak Atur Keuangan #MulaiDariMOJANG” di Surabaya, (23/4/2026). | Foto: Easycash

Media Asuransi, JAKARTA — PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash), platform pinjaman daring (pindar) berkolaborasi dengan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia menyelenggarakan kegiatan edukasi literasi keuangan bertajuk “Literasi Keuangan Generasi Muda di Era Digital” di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Tujuannya  untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman pengelolaan keuangan yang bijak di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi sektor jasa keuangan.

Head of Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma, menyatakan Surabaya sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar di Indonesia memiliki populasi generasi muda yang sangat dinamis, namun juga rentan terhadap risiko finansial jika tidak dibekali literasi yang tepat.

|Baca juga: Easycash, dan IARFC Luncurkan Modul Bijak Keuangan untuk Literasi Keuangan Gen Z dan Milenial

‘Oleh karena itu, lanjut Wildan, kegiatan literasi keuangan ini menjadi bagian dari upaya  untuk membekali mahasiswa di Surabaya dengan pemahaman yang lebih komprehensif dalam mengelola keuangan secara bijak.

“Kami melihat kecepatan adopsi layanan fintech belum sepenuhnya dibarengi dengan pemahaman yang mendalam. Di Surabaya, kami tidak hanya ingin memberikan akses, tetapi juga mendorong generasi muda untuk #JadiLebihPaham sehingga bijak dalam mengatur keuangan dengan sehat melalui pendekatan program edukasi keuangan yang lebih relevan,” kata Wildan dalam keterangannya, Jumat, 24 April 2026.

|Baca juga: Easycash Kenalkan MOJANG, Ajak Generasi Muda untuk Lebih Bijak Atur Keuangan di Era Digital

Director of General Financial Planning Program IARFC Indonesia, Mirzan Hasan, juga membedah tantangan pengelolaan keuangan dari sudut pandang perencana keuangan profesional. Menurutnya, era digital menciptakan ilusi kemakmuran melalui fenomena media sosial yang mendorong perilaku konsumtif yang tidak terukur.

Melalui kolaborasi ini, para pemangku kepentingan menegaskan bahwa literasi keuangan adalah fondasi utama untuk mencapai kesejahteraan masyarakat di masa depan. Mahasiswa yang cerdas finansial tidak hanya akan menyelamatkan diri mereka sendiri dari risiko hukum dan ekonomi, tetapi juga akan menjadi penggerak ekonomi nasional yang lebih tangguh dan berkualitas.

Editor : Wahyu Widiastuti

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Mirae Asset Sekuritas: Reformasi Pasar Modal Jadi Penentu di Tengah Tekanan MSCI
Next Post Melesat 42%, Bank Jago (ARTO) Cetak Laba Bersih Rp86 Miliar di Kuartal I/2026

Member Login

or