1
1

Eastspring Investments Indonesia: IHSG Melanjutkan Koreksi di Tengah Ketidakpastian Domestik dan Tekanan Global

Investor sedang mengamati perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Penyesuaian di pasar saham Indonesia masih berlanjut di awal pekan ini, Hingga penutupan sesi pertama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah sebesar -2,87 persen atau -160,46 poin ke level 5.434,31. Hal ini mencerminkan sikap investor yang masih cenderung berhati-hati di tengah kombinasi factor domestic dan eksternal yang belum sepenuhnya kondusif.

Di dalam negeri, perhatian pelaku pasar masih tertuju pada sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai berpotensi mempengaruhi dinamika pasar ke depan. Di saat yang sama, visibilitas yang masih terbatas terkait langkah-langkah kebijakan yang akan ditempuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah turut mendorong investor untuk mengambil posisi yang lebih defensif.

Sejalan dengan hal tersebut, hingga saat Spring Flash ini dirilis oleh tim PT Eastspring Investments Indonesia, rupiah tercatat melemah 144 poin ke level IDR 18.180 per dolar AS. Pasar obligasi domestik juga bergerak melemah, tecermin dari kenaikan imbal hasil SBN secara relatif merata di berbagai tenor.

|Baca juga: OJK Klaim Tidak Ada Potensi Bank Rush, Perbankan Nasional Tetap Kokoh!

Tekanan depresiasi nilai tukar rupiah akan direspons Bank Indonesia dengan menaikkan suku bunga instrumen SRBI pada level yang semakin tinggi, karena para investor menaikkan premi resiko di situasi sekarang. Tingginya suku bunga SRBI akan menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan pasar obligasi dalam jangka pendek.

Sentimen eksternal juga belum memberikan ruang pemulihan yang berarti. Bursa saham Asia bergerak dalam tekanan merespons koreksi tajam yang terjadi di Wall Street pada akhir pekan lalu. Pelemahan dipimpin oleh saham-saham teknologi AS menyusul rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari ekspektasi, yang Kembali memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve berpotensi mempertahankan kebijakan suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

Pada perdagangan Jumat lalu, Nasdaq 100 terkoreksi 4,8 persen, memperpanjang tekanan pada sektor teknologi yang sebelumnya menjadi motor utama penguatan pasar. Di sisi lain, meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah turut mendorong kenaikan harga minyak dan imbal hasil US Treasury.

|Baca juga: Eastspring Investments Indonesia: Pasar Keuangan Domestik Kembali Tertekan di Tengah Kehati-hatian Investor

Harga minyak Brent naik lebih dari tiga persen dan menembus level di atas US$96 per barel setelah Israel dilaporkan melakukan serangan terhadap sejumlah target militer di Iran sebagai respons atas serangan rudal yang terjadi sebelumnya.

Indeks Kospi Korea Selatan sempat mengalami penurunan lebih dari delapan persen yang memicu penghentian perdagangan sementara (trading halt), sebelum kemudian memangkas sebagian kerugian dan diperdagangkan sekitar enam persen lebih rendah. Bursa Jepang dan Taiwan turut mencatat pelemahan signifikan seiring meningkatnya sentimen risk-off di pasar global.

Meski demikian, terdapat indikasi awal meredanya tekanan pada sektor teknologi AS. Pada perdagangan pagi ini, kontrak berjangka Nasdaq 100 menguat sekitar 0,5 persen yang mengindikasikan bahwa sebagian pelaku pasar mulai melakukan penilaian ulang terhadap besarnya koreksi yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir.

Secara keseluruhan, pasar masih dihadapkan pada kombinasi ketidakpastian kebijakan domestik, tekanan terhadap rupiah, meningkatnya risiko geopolitik, serta prospek suku bunga global yang berpotensi bertahan pada level tinggi. Faktor-faktor tersebut diperkirakan akan menjaga volatilitas pasar dalam jangka pendek dan mendorong investor untuk tetap selektif dalam mengambil risiko.

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Aplikasi PINTU Luncurkan BTC Price Game
Next Post Satgas PASTI Bongkar Penghimpunan Dana Ilegal oleh Koperasi Bahana Lintas Nusantara

Member Login

or